JAKARTA, BisnisMarket.com - Sebuah momen krusial dalam lanskap peradilan Indonesia segera tiba. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan menyaksikan pengucapan sumpah hakim konstitusi baru yang berasal dari unsur Mahkamah Agung, menggantikan posisi Anwar Usman yang akan memasuki masa pensiun. Sosok Anwar Usman, yang juga dikenal sebagai adik ipar Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), memang telah mencapai batas usia pensiun tahun ini, membuka jalan bagi generasi baru untuk mengawal konstitusi bangsa.

"Direncanakan secepatnya dalam minggu ini. Sudah [terima daftar nama dari MA-read]. Nanti diumumkan," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada awak media, Rabu (08/04/2026), mengisyaratkan bahwa proses seleksi telah memasuki tahap akhir dan pengumuman resmi akan segera dilakukan.

Pada 9 Maret 2026, Mahkamah Agung telah mengumumkan tiga nama terbaik yang berhasil lolos dalam seleksi hakim konstitusi. Ketiganya adalah Fahmiron, Liliek Prisbawono Adi, dan Marsudin Nainggolan. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi mendalam yang mencakup penulisan makalah, penulisan anotasi putusan, serta uji kelayakan atau wawancara yang ketat. Lantas, siapa saja sosok-sosok di balik nama-nama ini? Mari kita selami lebih dalam profil hakim MK ini yang dilansir dari Bloomberg Technoz (9/4).

Fahmiron: Sang Hakim Pengalaman dari Denpasar

Salah satu nama yang mencuat adalah Fahmiron. Ia saat ini mengemban tugas sebagai hakim di Pengadilan Tinggi Denpasar, sebuah posisi yang dijabatnya sejak 26 Mei 2026. Dengan pangkat Hakim Utama Muda Pembina Utama Madya yang disandangnya sejak 1 April 2024, Fahmiron membawa pengalaman panjang di dunia peradilan. Rekam jejaknya tidak hanya terbatas di Denpasar; beliau juga pernah menduduki jabatan penting sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, menunjukkan kapasitas kepemimpinan dan pemahaman mendalam terhadap sistem hukum di tingkat daerah. Perjalanan kariernya di Mahkamah Agung tentu akan menjadi sorotan publik.

Liliek Prisbawono Adi: Dari Ibukota Hingga Medan, Jejak Sang Calon Hakim

Nama kedua yang menarik perhatian adalah Liliek Prisbawono Adi. Pria kelahiran 27 Oktober 1966 ini merupakan sosok yang telah mengabdikan diri sebagai pegawai negeri sipil sejak 1 Mei 1994. Dengan golongan IV/e, Liliek Prisbawono Adi telah malang melintang di berbagai tingkatan pengadilan. Pengalamannya sebagai Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadi bukti nyata kemampuannya dalam memimpin dan mengelola institusi peradilan di salah satu kota besar di Indonesia. Saat ini, beliau bertugas sebagai hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Medan. Kombinasi pengalaman di pusat dan daerah ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang kaya dalam pengambilan keputusan di Mahkamah Konstitusi.

Marsudin Nainggolan: Perjalanan Panjang Menuju Puncak Konstitusi

Sosok ketiga, Marsudin Nainggolan, memiliki perjalanan karier yang paling berliku dan panjang, menunjukkan dedikasi serta ketekunan yang luar biasa. Saat ini, beliau menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Utara. Namun, sebelum mencapai posisi tersebut, Marsudin Nainggolan telah ditempatkan di berbagai pengadilan negeri di seluruh penjuru Indonesia. Penempatan pertamanya sebagai hakim adalah di Pengadilan Negeri Curup, Bengkulu (1992–1998).