BISNISMARKET.COM - Lembaga pengawas perdagangan, Danantara, telah merumuskan langkah konkret untuk memperkuat pengawasan terhadap arus keluar barang dari Indonesia. Inisiatif ini diambil sebagai respons langsung terhadap kerugian signifikan yang ditimbulkan oleh praktik under invoicing terhadap kas negara.

Apa langkah konkret yang disiapkan oleh Danantara dalam upaya pengawasan perdagangan? Danantara telah mempersiapkan strategi pengawasan yang akan dilaksanakan dalam dua fase DSI (Digitalisasi Sistem Informasi).

Langkah strategis ini dirancang untuk mengatasi praktik under invoicing yang selama ini merugikan penerimaan negara secara substansial. Implementasi DSI menjadi kunci utama dalam modernisasi mekanisme pengawasan ekspor komoditas.

Fokus utama dari strategi dua fase DSI ini adalah mengawasi secara ketat harga ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). Pengawasan ketat ini diharapkan dapat menutup celah kebocoran devisa negara.

Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa nilai transaksi ekspor yang dilaporkan telah sesuai dengan harga pasar yang berlaku saat itu. Hal ini merupakan upaya fundamental untuk optimalisasi penerimaan devisa dari sektor ekspor SDA.

"Danantara telah mempersiapkan strategi pengawasan yang akan dilaksanakan dalam dua fase DSI (Digitalisasi Sistem Informasi)," sebagaimana disampaikan oleh pihak terkait. Ini menunjukkan keseriusan dalam penerapan teknologi untuk penegakan kepatuhan.

Fokus utama dari strategi dua fase DSI ini adalah mengawasi secara ketat harga ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). Penekanan pada komoditas SDA merupakan prioritas karena nilai transaksinya yang besar dalam neraca perdagangan nasional.

Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa nilai transaksi ekspor dilaporkan sesuai dengan harga pasar yang berlaku. Dengan demikian, praktik penetapan harga ekspor di bawah nilai wajar dapat diminimalkan secara efektif.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang terhadap stabilitas penerimaan devisa negara dari sektor sumber daya alam.