BISNISMARKET.COM - Kinerja keuangan PT Bank CIMB Niaga Tbk menunjukkan tren positif yang signifikan pada awal tahun 2026, terutama terlihat dari pergerakan dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun. Pertumbuhan ini mengindikasikan peningkatan kepercayaan nasabah terhadap stabilitas dan layanan perbankan bank tersebut.

Secara agregat, total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun oleh CIMB Niaga pada periode tersebut mencapai angka fantastis. Angka tersebut menunjukkan adanya ekspansi basis dana yang solid dalam portofolio bank.

Data per Februari 2026 memaparkan bahwa total DPK CIMB Niaga telah menyentuh angka Rp 261,18 triliun. Angka ini merupakan pencapaian yang patut dicermati oleh analis sektor perbankan nasional.

Pertumbuhan ini juga dapat diukur secara tahunan (Year-on-Year/YoY), menunjukkan kenaikan sebesar 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menegaskan momentum positif yang tengah dipegang oleh bank tersebut.

Salah satu pendorong utama di balik peningkatan DPK ini adalah performa impresif dari simpanan dalam mata uang asing atau valuta asing (valas) milik nasabah. Segmen ini memperlihatkan peningkatan yang sangat substansial.

Disebutkan bahwa simpanan valas CIMB Niaga mengalami pertumbuhan yang mencapai level 16% pada awal tahun 2026 ini. Peningkatan dua digit ini menggarisbawahi minat nasabah terhadap instrumen penyimpanan dana dalam mata uang asing.

Fenomena peningkatan simpanan valas ini seringkali menjadi indikator penting mengenai persepsi risiko dan strategi diversifikasi aset oleh nasabah korporat maupun individu berpenghasilan tinggi. Hal ini perlu dicermati lebih lanjut oleh manajemen bank.

"Secara keseluruhan, total DPK CIMB Niaga per Februari 2026 mencapai Rp 261,18 triliun atau tumbuh 4% YoY," ujar seorang perwakilan manajemen bank, merangkum capaian agregat tersebut.

Meskipun artikel sumber tidak merinci penyebab spesifik lonjakan valas 16%, kinerja kuat ini menunjukkan keberhasilan strategi penarikan dana valuta asing yang diterapkan oleh CIMB Niaga di tengah dinamika pasar global.