BISNISMARKET.COM - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau yang dikenal sebagai Cinema XXI, berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada kuartal pertama tahun 2026. Perseroan berhasil membalikkan kondisi finansial dari merugi menjadi membukukan laba bersih pada periode Januari hingga Maret 2026.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, laba periode berjalan yang dibukukan CNMA mencapai Rp533 juta. Angka ini menunjukkan pemulihan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (Kuartal I 2025) yang masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp66,7 miliar.

Total pendapatan CNMA pada Kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp1,1 triliun, menunjukkan peningkatan sebesar 18,2% dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp929,2 miliar. Pertumbuhan pendapatan ini menjadi fondasi utama bagi pembalikan laba perusahaan.

Kontributor terbesar pendapatan berasal dari penjualan tiket bioskop, yang menyumbang Rp665,3 miliar atau menguasai 60,6% dari total pendapatan. Sementara itu, lini bisnis makanan dan minuman (F&B) memberikan kontribusi substansial sebesar Rp357,5 miliar, setara dengan 32,6%.

Pendapatan lainnya turut melengkapi struktur penerimaan CNMA, yang meliputi iklan sebesar Rp48,9 miliar, platform digital senilai Rp23,3 miliar, serta pendapatan dari acara dan lain-lain sebesar Rp3,1 miliar. Kinerja ini mencerminkan diversifikasi sumber pendapatan perusahaan secara keseluruhan.

Kinerja positif ini juga tercermin pada laba usaha yang berhasil mencapai Rp26,1 miliar pada Kuartal I 2026. Hal ini kontras dengan kondisi Kuartal I 2025, ketika perseroan masih membukukan rugi usaha yang mencapai Rp71,1 miliar.

Manajemen perusahaan mencatat adanya perbaikan dalam efisiensi operasional, di mana total beban dan biaya operasi hanya naik tipis menjadi Rp1,07 triliun dari posisi Rp1 triliun pada tahun 2025. Beban keuangan tercatat sebesar Rp37,3 miliar dengan penghasilan keuangan mencapai Rp11,7 miliar.

Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, menyatakan bahwa pencapaian di Kuartal I 2026 ini adalah cerminan dari kemampuan perusahaan bertahan dalam dinamika bisnis yang ada. "Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis seraya menghadirkan inovasi layanan yang relevan dan bermakna," ujarnya dalam siaran pers pada Selasa (30/4/2026).

Pertumbuhan kinerja CNMA sangat didorong oleh momentum kuat dari film-film nasional yang tayang pada awal tahun 2026. Pada periode tersebut, terdapat tujuh judul film lokal yang masing-masing berhasil menarik lebih dari satu juta penonton, meningkat tajam dari hanya tiga film pada periode yang sama tahun sebelumnya.