JAKARTA – Peta persaingan industri otomotif nasional mengalami pergeseran tajam pada pembukaan tahun 2026. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari-Februari 2026, kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) kini mencatatkan penetrasi pasar sebesar 15% dari total penjualan mobil nasional.
Dominasi merek asal Tiongkok, khususnya BYD, semakin tak tergoyahkan dengan menempatkan tiga modelnya dalam daftar lima besar mobil listrik terlaris di tanah air.
Kejutan terbesar datang dari BYD Atto 1. Mobil listrik ringkas ini berhasil memimpin pasar dengan distribusi mencapai 3.361 unit. Keberhasilan Atto 1 disinyalir berkat strategi harga agresif di kisaran Rp190 jutaan, yang mulai menggerus pangsa pasar mobil murah ramah lingkungan (LCGC) konvensional.
Posisi kedua ditempati oleh Jaecoo J5 EV dengan penjualan 1.942 unit. Sebagai pendatang baru di bawah payung Chery Group, Jaecoo berhasil memikat segmen menengah yang menginginkan SUV dengan fitur teknologi asisten pengemudi (ADAS) yang lebih lengkap.
Sementara itu, Wuling tetap menjaga eksistensinya melalui model Darion EV yang terjual sebanyak 790 unit. Wuling kini lebih fokus pada kenyamanan kabin dan ruang yang lebih lega untuk menjawab kebutuhan konsumen yang mulai meninggalkan model city car mungil.
Menariknya, BYD M6 yang merupakan Medium MPV listrik murni pertama di kelasnya, berhasil duduk di posisi ketiga. Hal ini menunjukkan perubahan perilaku konsumen Indonesia yang mulai mempercayakan mobilitas keluarga besar dan perjalanan antar kota kepada kendaraan berbasis baterai.
Para analis memprediksi angka ini akan terus meroket seiring dengan rencana pemerintah yang menambah insentif pajak bagi produsen yang melakukan perakitan lokal (Completely Knocked Down/CKD).
Persaingan harga di bawah Rp200 juta diprediksi akan menjadi medan pertempuran utama bagi para produsen di sisa tahun 2026. (*)