BISNISMARKET.COM - Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengalami jeda sementara dalam waktu dekat. Keputusan ini diambil sehubungan dengan adanya libur panjang yang ditetapkan untuk memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus.
Aktivitas bursa saham dijadwalkan berhenti selama dua hari penuh. Penutupan tersebut mencakup hari Kamis, 14 Mei 2026, hingga hari Jumat, 15 Mei 2026.
Keputusan untuk meliburkan bursa pada hari tersebut merupakan implementasi dari penetapan cuti bersama oleh pemerintah. Hal ini bertujuan memberikan kesempatan bagi para pelaku pasar untuk merayakan hari raya keagamaan tersebut.
Pasar modal di Indonesia akan kembali membuka sesi perdagangannya pada pekan berikutnya. Dijadwalkan, pasar akan beroperasi secara normal kembali pada hari Senin, 18 Mei 2026.
Sesi perdagangan pertama (Sesi I) pada hari pembukaan kembali tersebut direncanakan dimulai pukul 09.00 WIB dan akan berakhir pada pukul 12.00 WIB. Jadwal ini mengikuti rutinitas perdagangan yang berlaku di BEI.
Sementara itu, sesi perdagangan kedua (Sesi II) dijadwalkan untuk dimulai kembali setelah jeda makan siang. Sesi ini akan berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga penutupan resmi pada pukul 15.49 WIB.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, informasi mengenai penghentian sementara ini menjadi pengumuman penting bagi investor yang aktif bertransaksi menjelang libur panjang. Pengumuman ini juga mencakup rincian jam operasional saat bursa kembali dibuka.
"Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menghentikan sementara aktivitas perdagangan saham karena adanya libur panjang peringatan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus," demikian disampaikan dalam informasi resmi mengenai jadwal tersebut.
Adapun mengenai jadwal pembukaan kembali, disebutkan bahwa "Pasar modal dijadwalkan akan kembali beroperasi normal pada hari Senin, 18 Mei 2026, dengan sesi perdagangan I dibuka pukul 09.00 hingga 12.00 WIB."