BISNISMARKET.COM - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN baru-baru ini memperluas kemitraannya dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) yang bersifat strategis. Kesepakatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan publik serta mendukung pembangunan ekonomi di wilayah Tapanuli Utara.
Kerja sama yang dijalin mencakup tiga pilar utama, yakni layanan jasa perbankan secara umum dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, implementasi program BTN Solusi untuk RSUD Tarutung, dan pengembangan operasional bersama dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Mual Na Tio.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan manifestasi komitmen perseroan dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi lokal. Ia menyoroti bahwa Tapanuli Utara memiliki potensi ekonomi substansial, terutama bersumber dari sektor-sektor produktif yang kuat.
"Ekonomi Tapanuli Utara sangat kuat ditopang sektor-sektor produktif," ujar Nixon saat berada di Tapanuli Utara, Kamis (7/5).
Nixon menambahkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi tulang punggung perekonomian daerah, berkontribusi sekitar 45% terhadap total ekonomi lokal. Sementara itu, sektor perdagangan menyumbang 16%, dan sektor konstruksi memiliki peran sebesar 13%.
Dilansir dari STOCKWATCH.ID, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif, di mana ekonomi Tapanuli Utara tercatat tumbuh 4,58% pada tahun 2025, setelah sebelumnya mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 4,77% pada tahun 2024.
Lebih lanjut, Nixon menjelaskan bahwa BTN mengusung strategi BTN Beyond Mortgage untuk memperkuat perannya sebagai ecosystem enabler di daerah tersebut. Pendekatan ini melampaui penyediaan layanan perbankan konvensional semata.
BTN berupaya mendukung pengelolaan keuangan daerah, meningkatkan efisiensi transaksi layanan publik, hingga membantu optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sinergi ini.
"BTN ingin hadir bukan hanya sebagai bank, tetapi sebagai partner pertumbuhan," tegas Nixon.