BISNISMARKET.COM - Bank Tabungan Negara (BTN) kini tengah mengimplementasikan sebuah agenda transformasi menyeluruh yang menyentuh hampir seluruh lini layanan dan operasionalnya. Langkah ini menandai upaya bank yang selama ini identik dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk mendefinisikan ulang perannya di sektor keuangan.

Strategi yang diusung oleh BTN adalah bergerak melampaui batas bisnis pembiayaan perumahan konvensional, mengadopsi pendekatan beyond mortgage. Tujuannya adalah menghadirkan pengalaman perbankan yang jauh lebih modern dan komprehensif kepada seluruh nasabahnya.

Perubahan besar ini diungkapkan secara gamblang oleh Direktur Operations BTN, I Nyoman Sugiri Yasa, saat acara buka puasa bersama media yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Jumat, 13 Maret lalu. Beliau menekankan bahwa inisiatif ini bukan sekadar ekspansi pasar biasa.

"Ke depannya kami ingin mengubah persepsi bahwa BTN hanya melayani KPR. Kami bercita-cita BTN dapat menyediakan full banking services, mulai dari transaksi dasar hingga layanan investasi," tegas I Nyoman Sugiri Yasa.

Untuk mencapai visi ambisius tersebut, BTN telah menyusun serangkaian strategi kunci, termasuk menguatkan basis mesin pendanaan agar lebih stabil dan berkelanjutan. Selain itu, proporsi produk juga akan ditingkatkan melalui strategi cross selling yang efektif.

Salah satu fokus utama dalam transformasi operasional ini adalah pembaruan signifikan pada sistem pemrosesan kredit. BTN berupaya membuat alur pengajuan kredit menjadi lebih cepat, efisien, dan memiliki tingkat transparansi yang tinggi.

"Dahulu pengajuan kredit tersebar antara cabang dan wilayah operasional, menyebabkan standarisasi proses sulit dicapai. Kini, kami sentralisasikan seluruhnya melalui sistem loan factory," ujar I Nyoman Sugiri Yasa.

Konsep loan factory ini memungkinkan pemusatan seluruh operasional kredit dengan memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. Sistem ini diharapkan mampu menekan potensi kesalahan manusia dalam administrasi sekaligus memangkas waktu tunggu nasabah.

Modernisasi juga merambah infrastruktur fisik, di mana sekitar 850 jaringan kantor cabang BTN dikembangkan menjadi dua tipe layanan utama: model konvensional dan model yang sepenuhnya mengedepankan layanan digital. Hal ini bertujuan menyegarkan pengalaman nasabah saat berinteraksi langsung di kantor.