BISNISMARKET.COM - Pergerakan harga Bitcoin (BTC) menunjukkan tren pemulihan yang cukup signifikan pada Kamis pagi, 21 Mei 2026, setelah berhasil menembus ambang batas psikologis US$ 77.000. Kenaikan ini terjadi dalam kondisi pasar yang kompleks dan penuh tantangan.

Peristiwa ini berlangsung di tengah berbagai tekanan pasar, termasuk adanya arus keluar dana yang cukup besar dari produk ETF Bitcoin spot. Selain itu, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kekhawatiran mengenai potensi perlambatan ekonomi secara global.

Perkembangan positif ini terpantau pada pukul 06.20 WIB, berdasarkan data yang dikumpulkan dari platform CoinMarketCap. Pada waktu tersebut, aset kripto utama ini menunjukkan performa yang kuat.

Kapitalisasi pasar aset kripto secara keseluruhan juga menunjukkan peningkatan yang cukup sehat pada pagi hari itu. Tercatat kenaikan sebesar 0,88%, mendorong total nilai pasar global mencapai angka US$ 2,58 triliun.

Sementara itu, nilai spesifik dari Bitcoin sendiri dilaporkan mengalami lonjakan sebesar 0,73%. Kenaikan ini membawa harga per koin mencapai posisi US$ 77.407.

Jika dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah, harga tersebut setara dengan sekitar Rp 1,36 miliar per unit Bitcoin. Angka konversi ini didasarkan pada asumsi kurs pertukaran pada saat itu, yaitu Rp 17.665 per dolar Amerika Serikat.

"Pada Kamis pagi, 21 Mei 2026, harga Bitcoin (BTC) berhasil menunjukkan pemulihan signifikan dengan mencapai level US$ 77.000," demikian tertera dalam analisis pergerakan pasar terkini.

Informasi mengenai tantangan pasar, termasuk arus keluar dana besar dari ETF Bitcoin spot serta adanya kekhawatiran mengenai potensi perlambatan ekonomi global, turut melengkapi konteks kenaikan harga ini, sebagaimana disampaikan oleh sumber data pasar.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, kondisi pasar menunjukkan dinamika yang menarik antara tekanan jual dari institusi dan minat beli yang terus bertahan di level harga yang lebih tinggi.