JAKARTA, BisnisMarket.com – Kabar mengenai penerapan kembali sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring mulai April 2026 telah memicu beragam reaksi dari orang tua dan siswa. Berbeda dengan tahun 2020 yang disebabkan oleh krisis kesehatan, wacana kali ini muncul sebagai bagian dari Strategi Efisiensi Energi Nasional.
Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengkaji opsi sekolah daring sebagai respons atas lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Langkah ini bertujuan untuk:
Menekan Mobilitas: Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan umum oleh jutaan siswa dan guru guna menghemat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Efisiensi Gedung: Mengurangi beban listrik dan operasional di fasilitas pendidikan skala besar.
Transisi Digital: Mempercepat adaptasi teknologi pendidikan yang lebih modern.
Skema yang Diusulkan: Hybrid, Bukan Daring Total
Pemerintah menekankan bahwa kebijakan ini tidak akan dilakukan secara "pukul rata" seperti masa pandemi. Beberapa poin penting dalam kajian tersebut meliputi:
Sistem Hybrid: Materi teori dilakukan secara daring, sementara kegiatan praktikum, laboratorium, dan kejuruan (SMK) tetap dilaksanakan tatap muka.