BISNISMARKET.COM - Minuman matcha, yang belakangan ini semakin digandrungi masyarakat luas, turut memicu perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Salah satu isu yang mengemuka adalah kekhawatiran bahwa konsumsi matcha secara rutin dapat memicu kerontokan rambut secara mendadak.

Banyak penggemar setia minuman teh hijau bubuk ini mulai mempertanyakan validitas klaim yang beredar luas mengenai potensi efek samping tersebut. Pertanyaan ini muncul karena adanya laporan mengenai kerontokan rambut yang dirasakan sebagian konsumen belakangan ini.

Kabar baiknya, berdasarkan pandangan dari para ahli kesehatan, konsumsi matcha bukanlah penyebab utama atau pemicu langsung dari kerontokan rambut yang terjadi secara tiba-tiba. Penjelasan ilmiah diperlukan untuk memahami akar permasalahan yang sebenarnya.

Namun demikian, isu kerontokan rambut ini ternyata memiliki kaitan yang erat dengan cara tubuh menyerap zat besi saat mengonsumsi matcha. Mekanisme inilah yang menjadi fokus utama para profesional medis dalam menganalisis fenomena ini.

Heather Viola, seorang dokter perawatan primer yang juga menjabat sebagai asisten profesor kedokteran internal umum di Mount Sinai, telah menguraikan mekanisme yang mendasari kaitan tersebut. Penjelasannya memberikan perspektif yang lebih jelas bagi publik.

Dokter Viola menjelaskan bahwa kondisi penurunan kadar zat besi dalam tubuh dapat secara signifikan membuat struktur rambut menjadi lebih lemah dan rentan terhadap kerontokan. Hal ini merupakan jalur tidak langsung dari pengaruh asupan matcha.

"Penurunan kadar zat besi dalam tubuh dapat mengakibatkan rambut menjadi lebih rentan rontok," jelas Heather Viola, seorang dokter perawatan primer sekaligus asisten profesor kedokteran internal umum di Mount Sinai.

Implikasinya, jika konsumsi matcha terjadi bersamaan dengan penurunan penyerapan zat besi, maka risiko kerontokan rambut memang dapat meningkat. Hal ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan nutrisi secara keseluruhan.

Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, isu ini menunjukkan bahwa meskipun matcha sendiri bukan racun, interaksi zat yang terkandung di dalamnya dengan kondisi tubuh perlu diperhatikan. Oleh karena itu, konsumen disarankan untuk tetap waspada terhadap pola makan seimbang.