BISNISMARKET.COM - Kebebasan bersyarat yang baru dinikmati Doni Salmanan tampaknya dimanfaatkan secara maksimal oleh sang afiliator. Belum genap satu minggu kembali ke tengah masyarakat, namanya sudah kembali menghiasi pemberitaan hangat nasional.

Kali ini, isu yang beredar bukanlah mengenai kelanjutan kasus hukumnya yang sempat menghebohkan publik beberapa waktu lalu. Sorotan kini tertuju pada manuver bisnis terbarunya yang dikabarkan langsung mendatangkan keuntungan fantastis.

Dikabarkan bahwa skema membership yang diluncurkan Doni Salmanan dalam waktu singkat telah berhasil meraup omzet hingga menyentuh angka Rp190 juta. Perolehan cuan instan ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet dan komunitas tertentu.

Langkah cepat Doni Salmanan dalam meluncurkan produk baru ini langsung menuai respons keras. Salah satu kelompok yang bereaksi keras terhadap pergerakan ini adalah komunitas yang menamakan diri mereka Skyholic.

Skyholic, yang tampaknya memiliki kepentingan atau pengalaman terkait dengan figur Doni Salmanan, menunjukkan ketidakpuasan mereka atas aktivitas agresif yang dilakukan. Hal ini menandakan bahwa jejak digital dan bisnis Doni masih terus diawasi ketat.

Reaksi tajam dari Skyholic ini menjadi indikasi adanya kekhawatiran atau kritik terhadap metode penghimpunan dana atau penjualan produk yang dilakukan oleh Doni Salmanan pasca-kebebasannya. Kritik ini muncul begitu cepat setelah ia kembali bebas.

Tindakan Doni Salmanan yang langsung berbisnis kembali setelah menghirup udara bebas seolah mengabaikan dampak atau citra negatif yang mungkin masih melekat dari kasus sebelumnya. Hal ini memicu perdebatan publik mengenai etika berbisnis pasca-hukuman.

"Raup Rp190 Juta dari Membership, Doni Salmanan Disorot Skyholic," menggarisbawahi inti permasalahan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini, dilansir dari sumber berita yang memantau dinamika publik terkait Doni Salmanan.

"Belum genap sepekan menghirup udara bebas, Doni Salmanan kembali jadi pusat perhatian," mengonfirmasi rentang waktu singkat antara kebebasan dan munculnya kontroversi baru ini.