JAKARTA, BisnisMarket.com
- Keputusan mengejutkan kembali datang dari Apple. Di tengah tingginya
popularitas MacBook Neo di pasar global, perusahaan teknologi raksasa itu
justru dikabarkan mempertimbangkan menghapus varian termurah laptop tersebut.
Kesuksesan Besar Sejak Peluncuran
Melansir dari Gizmo China, MacBook Neo baru resmi
dirilis secara global sejak 4 Maret 2026 lalu dan langsung menjadi perbincangan
besar di dunia teknologi. Harga yang hanya sekitar US$599 atau setara Rp10,6
juta membuat perangkat ini disebut sebagai laptop Apple paling terjangkau
sepanjang sejarah.
Namun di balik kesuksesan tersebut, Apple ternyata
menghadapi tekanan produksi yang tidak kecil.
Tekanan Biaya Produksi dan Keterbatasan
Pasokan
Laporan yang dikutip dari MacRumors menyebutkan bahwa
lonjakan harga memori DRAM serta meningkatnya biaya chipset mulai mengikis
keuntungan perusahaan. Situasi ini membuat Apple dikabarkan sedang mengevaluasi
masa depan model dasar MacBook Neo.
Informasi itu diungkap oleh analis teknologi sekaligus
mantan reporter Bloomberg, Tim Culpan. Ia menyebut Apple membutuhkan tambahan
pasokan chip A18 Pro dari TSMC demi memenuhi permintaan pasar yang terus
melonjak.
Masalahnya, chip tersebut juga dipakai pada iPhone 16
Pro. Tingginya permintaan dua produk sekaligus membuat stok chip mulai menipis
dan biaya produksi semakin mahal.
Daya Tarik Utama yang Membuatnya Sangat
Diminati