BISNISMARKET.COM - Pergerakan nilai tukar Rupiah pada pagi hari perdagangan menunjukkan tren pelemahan yang berlanjut. Kondisi ini terjadi setelah mata uang domestik sempat melintasi ambang batas psikologis penting yakni Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Pada perdagangan hari Jumat (13/5), tercatat bahwa kurs Rupiah mengalami depresiasi tipis dengan persentase pelemahan sebesar 0,08%. Posisi akhir Rupiah saat itu berada di level Rp 17.541 untuk setiap dolar AS yang beredar.

Pelemahan yang dialami mata uang Garuda ini sejalan dengan sentimen pasar global yang sedang berlangsung saat itu. Sentimen tersebut nampak menggerus kekuatan mayoritas mata uang lain yang berada di kawasan Asia.

Tekanan global ini disebabkan oleh menguatnya mata uang Amerika Serikat yang dikenal sebagai aset 'safe haven' atau pelarian aman investor. Penguatan dolar AS ini secara otomatis memberikan beban depresiasi pada mata uang regional lainnya.

Sebagai respons atas pergerakan pasar tersebut, Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan langkah strategis. Otoritas moneter tertinggi ini menyatakan kesiapannya untuk melakukan intervensi pasar guna meredam volatilitas lebih lanjut.

Langkah intervensi ini merupakan upaya proaktif yang dilakukan oleh BI untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan terhadap nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global yang ada. Hal ini bertujuan agar pelemahan tidak berlarut-larut.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, pelemahan Rupiah pada perdagangan hari Jumat menempatkan mata uang Garuda pada posisi yang lebih rendah dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya tekanan jual yang dominan di pasar valuta asing.

Kesiapan BI untuk turun tangan menunjukkan komitmen penuh pemerintah dan bank sentral dalam menjaga fundamental ekonomi domestik. Langkah ini diharapkan mampu meyakinkan investor bahwa Rupiah akan tetap terjaga dalam koridor yang wajar.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Tren.bisnismarket. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.