BISNISMARKET.COM - PT Avia Avian Tbk, yang dikenal sebagai Avian Brands, berhasil membukukan kinerja keuangan yang sangat solid pada kuartal pertama tahun 2026. Emiten terkemuka di industri cat dekoratif ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp503 miliar sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.
Angka laba bersih tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 12,5% jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun 2025. Pertumbuhan laba ini berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan perusahaan yang terpantau cukup impresif.
Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026, AVIA berhasil membukukan total pendapatan mencapai Rp2,3 triliun. Peningkatan ini setara dengan kenaikan sebesar Rp339 miliar atau tumbuh 16,8% secara tahunan (Year-on-Year/YoY).
Pertumbuhan pendapatan ini didorong oleh performa kuat dari dua segmen bisnis utama perusahaan. Segmen solusi arsitektur menunjukkan pertumbuhan sebesar 15,7%, sementara segmen barang dagangan melonjak lebih tinggi, yaitu 21,6%.
Selain itu, peningkatan volume penjualan juga menjadi kontributor penting, khususnya pada segmen solusi arsitektur yang mencatatkan peningkatan 12,6% secara tahunan. Hal ini menunjukkan permintaan pasar yang stabil terhadap produk inti AVIA.
Manajemen AVIA mengaitkan capaian positif ini dengan implementasi strategi perusahaan yang semakin agresif. "Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi perseroan yang semakin agresif dalam memperluas penetrasi pasar serta memperkuat hubungan dengan pelanggan di seluruh Indonesia,” tulis manajemen AVIA dalam keterangan resminya, Rabu (29/4/2026).
Meskipun dihadapkan pada dinamika pasar global, termasuk kenaikan harga bahan baku akibat ketegangan geopolitik, AVIA berhasil mempertahankan tingkat profitabilitas yang sehat. Marjin laba bersih perseroan tetap terjaga kuat di level 21,3%.
Keberhasilan menjaga margin ini dicapai melalui langkah proaktif manajemen dalam menghadapi tantangan rantai pasok. Perseroan mengamankan pasokan melalui hubungan jangka panjang dengan pemasok serta meningkatkan tingkat persediaan secara strategis.
Strategi pengadaan yang disiplin dan penyesuaian harga secara selektif juga menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan margin operasional di tengah tekanan biaya. Langkah-langkah ini membuktikan kemampuan adaptasi perusahaan terhadap kondisi pasar yang volatil.