BISNISMARKET.COM - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengumumkan langkah strategis untuk memperluas cakupan bisnisnya ke sektor digital logistik melalui pengembangan Transportation Management System (TMS). Ekspansi ini bertujuan untuk mengintegrasikan layanan logistik yang lebih menyeluruh bagi para pelanggan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional pelanggan dengan menawarkan solusi yang sepenuhnya berbasis teknologi mutakhir. ASSA berencana menambah empat Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru untuk mendukung kegiatan usaha digital ini.

Keempat KBLI baru tersebut mencakup aktivitas pemrograman komputer lainnya, penerbitan perangkat lunak, konsultasi dan perancangan Internet of Things (IoT), serta jasa sistem komunikasi data. Penambahan KBLI ini menunjukkan komitmen kuat ASSA dalam transformasi digital.

Manajemen ASSA mengonfirmasi rencana ekspansi ini dalam keterbukaan informasi resmi kepada publik pada hari Rabu, 8 Mei 2026. Mereka menyatakan, "Perseroan bermaksud menambah kegiatan usahanya yang sudah ada pada saat ini dengan kegiatan usaha baru," tulis manajemen ASSA dalam keterbukaan informasi, Rabu (8/5/2026).

Untuk merealisasikan pengembangan bisnis TMS ini, ASSA telah menyiapkan alokasi investasi awal sebesar Rp5,12 miliar. Seluruh dana investasi tersebut akan bersumber sepenuhnya dari kas internal perusahaan, menunjukkan kesehatan finansial perseroan.

Dana investasi tersebut akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan operasional, termasuk pengadaan peralatan kantor, pembelian perangkat lunak (software), hingga pemenuhan biaya perizinan yang diperlukan.

Proyeksi keuangan menunjukkan bahwa bisnis TMS ini diharapkan memberikan kontribusi positif signifikan terhadap kinerja keuangan konsolidasi ASSA. Pendapatan konsolidasi diperkirakan akan meningkat sekitar Rp7,62 miliar, setara dengan peningkatan 0,1%.

Lebih lanjut, laba bersih setelah pajak dari lini bisnis baru ini diproyeksikan mencapai angka stabil sebesar Rp3 miliar per tahun. Proyeksi ini didukung oleh studi kelayakan yang komprehensif dari pihak independen.

Studi kelayakan yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ruky, Safrudin & Rekan (RSR) menunjukkan bahwa rencana bisnis TMS ini dinilai sangat layak untuk dijalankan. Hasil analisis menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) positif mencapai Rp12,62 miliar.