MADINAH, BisnisMarket.com – Di tengah kesibukan memimpin umat dan menyampaikan wahyu, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang sangat memperhatikan kebersihan dan keasrian aroma tubuh. Bagi beliau, wewangian bukan sekadar gaya hidup, melainkan bagian dari kecintaan yang mendalam terhadap keindahan dan manifestasi dari keimanan.

Dari berbagai literatur hadis dan catatan sejarah, Minyak Kasturi (Musk) menempati posisi tertinggi sebagai aroma favorit Rasulullah. Beliau sering menyebut kasturi sebagai "wewangian terbaik". Aroma ini dikenal memiliki karakter yang kuat, hangat, dan bertahan lama, melambangkan kemurnian dan keanggunan.

Selain itu, Nabi juga sangat menyukai Al-Uluwah atau dikenal luas sebagai Oud/Gaharu. Beliau terbiasa membakar kayu gaharu untuk mengharumkan ruangan, menciptakan suasana tenang yang mendukung kekhusyukan ibadah.

Lebih dari Sekadar Parfum: Sebuah Etika Sosial

Kecintaan Nabi terhadap parfum bukan tanpa alasan. Beliau sangat menekankan pentingnya tampil wangi, terutama saat hendak berinteraksi dengan orang lain atau melaksanakan ibadah berjemaah.

Shalat Jumat: Nabi mewajibkan atau sangat menganjurkan penggunaan wewangian bagi laki-laki sebelum berangkat ke masjid agar tidak mengganggu jemaah lain dengan bau yang tidak sedap.

Interaksi Sosial: Aroma yang harum dipandang sebagai bentuk penghormatan kepada lawan bicara.

Para sahabat meriwayatkan bahwa jika Nabi Muhammad SAW melewati sebuah jalan, orang yang lewat setelahnya akan tahu bahwa beliau baru saja melintas hanya dari sisa keharuman yang tertinggal di udara.

Tradisi yang Tak Lekang oleh Waktu