JAKARTA , BISNISMARKET.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program MBG ini dirancang untuk membantu menekan angka stunting sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi yang lebih baik.
Sejak mulai dijalankan, program MBG mendapat perhatian luas dari masyarakat. Di satu sisi, banyak pihak yang mendukung karena dinilai dapat membantu keluarga kurang mampu dan meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak.
Namun di sisi lain, program ini juga menuai kritik dari sejumlah kalangan, termasuk mahasiswa yang menyuarakan aspirasi mereka melalui aksi demonstrasi.
Dalam aksi demonstrasi yang digelar di Jakarta pada 12 Juni 2026, penghentian program MBG menjadi salah satu tuntutan yang disampaikan mahasiswa.
Mereka menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut karena masih terdapat berbagai persoalan dalam pelaksanaannya di lapangan.
Misteri Eddy Tansil: Melacak Jejak Buronan Skandal Korupsi Bapando yang Lenyap Bak Ditelan Bumi
Mahasiswa menyoroti sejumlah isu, mulai dari efektivitas penggunaan anggaran negara, mekanisme distribusi makanan, kualitas makanan yang diberikan, hingga potensi ketidaktepatan sasaran penerima manfaat.
Menurut mereka, pemerintah perlu memastikan bahwa anggaran yang sangat besar untuk program tersebut benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga meminta pemerintah lebih transparan dalam pengelolaan program serta melakukan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya.