JAKARTA, BisnisMarket.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara terkait viralnya pengadaan puluhan ribu unit motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Secara blak-blakan, Menkeu mengaku "kecolongan" karena sebagian anggaran pengadaan kendaraan operasional tersebut tetap berjalan meskipun sebelumnya ia sempat memberikan instruksi penolakan.
Dalam pernyataannya di kantor Kementerian Keuangan pada Kamis (9/4/2026), Purbaya menjelaskan bahwa ada miskomunikasi antara dirinya dengan jajaran staf terkait pembahasan anggaran pengadaan motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Tahun lalu seingat saya pernah diajukan (anggaran motor dan komputer), dan sudah saya tolak. Namun ternyata sebagian sudah lolos karena miskomunikasi dari anak buah saya," ujar Purbaya. Ia juga menduga beberapa pengajuan sudah berjalan sebelum dirinya resmi menjabat sebagai bendahara negara.
Menanggapi kegaduhan publik, Purbaya menegaskan telah mengambil langkah preventif dengan langsung memangkas anggaran serupa di tahun berjalan. Ia memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026 tidak akan memiliki alokasi belanja untuk kendaraan listrik baru.
Fokus Utama: Purbaya menginstruksikan agar anggaran BGN sepenuhnya difokuskan pada pemenuhan bahan pangan berkualitas bagi siswa, bukan pada aset pendukung yang belum mendesak.
Audit Lanjutan: Kemenkeu akan melakukan pemeriksaan ganda (double-check) terhadap seluruh daftar belanja BGN agar kejadian serupa tidak terulang.
Penjelasan Kepala BGN: Realisasi 21.801 Unit
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa unit motor listrik yang viral tersebut berasal dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang masuk dalam skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA).
Dari rencana awal sebanyak 25.644 unit, realisasi pengadaan tercatat mencapai 21.801 unit. Dadan mengklarifikasi bahwa harga per unit adalah Rp42 juta—diklaim di bawah harga pasar—dan difungsikan untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit diakses oleh kendaraan roda empat.