BISNISMARKET.COM - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menyuarakan kecaman kerasnya menyusul adanya dugaan aksi kekerasan yang menimpa salah satu aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Insiden ini segera menarik perhatian publik dan pemangku kepentingan, mengingat peran penting KontraS dalam isu-isu HAM di Indonesia. Pigai menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap siapa pun, terutama pejuang hak asasi, tidak dapat ditoleransi.

Beliau secara eksplisit meminta aparat penegak hukum, khususnya pihak kepolisian, untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani kasus dugaan kekerasan ini. Permintaan ini disampaikan demi menjaga supremasi hukum dan perlindungan warga negara.

Fokus utama dari desakan Natalius Pigai adalah memastikan bahwa proses hukum berjalan transparan dan akuntabel hingga akar permasalahan terungkap. Hal ini penting untuk mencegah terulangnya intimidasi serupa di masa depan.

"Menteri HAM Natalius Pigai mengecam keras dugaan aksi kekerasan terhadap seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)," demikian pernyataan yang disampaikan.

Pigai menekankan perlunya investigasi yang menyeluruh dan profesional oleh kepolisian agar pelaku di balik insiden tersebut dapat segera diidentifikasi dan dipertanggungjawabkan secara hukum.

Desakan ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menghormati kebebasan berekspresi dan beraktivitas, terutama bagi organisasi masyarakat sipil yang bekerja membela hak-hak korban.

"Beliau meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus ini," ujar sumber terdekat dari kementerian terkait.

Tujuan dari pengusutan tuntas ini adalah untuk memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi para aktivis yang sering kali berada di garis depan dalam menghadapi isu-isu sensitif.