BisnisMarket.com - Guru honorer yang berasal dari Bengkulu yang memiliki inisial R menangis ketika menceritakan nasibnya dihadapan anggota Komisi X DPR RI dalam isu bidang pendidikan pada agenda Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), yang berlangsung pada Senin, 14 Juli 2025.

R yang sudah menjadi guru honorer sekitar tujuh tahun (dalam kategori R4) lamanya maka ia menuntut kejelasan serta kelayakan mengenai kejelasan status pekerjaannya tersebut. 

Bahkan ia menceritakan jika memperoleh gaji pada kisaran Rp540 ribu setiap bulannya.

Kategori R4 adalah salah satu klasifikasi guru honorer yang dipakai ketika menyusun Data Pokok Guru (Dapodik) serta menentukan prioritas seleksi bagi PPPK. 

Kategori R4 bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tidak terdata dalam Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Pada kenyataannya ibu ketua, kami di sini telah 7 tahun mengabdikan diri dan teman saya ada yang 11 tahun mengabdi, dan di seluruh Indonesia pun masalahnya seperti itu, namun kami terhalang agar bisa masuk ke database," ujar R yang dikutip dari laman CNN Indonesia. 

"Jika ibu mau tahu nasib kami bu, kami menjadi honor murni yang dihitung gajinya itu Rp30.000 per jam. Itu pun bukan per jam sehari, tapi satu bulan bu. Kalau kami misalnya 18 jam ibu dikalikan Rp30.000, Rp540.000 cuma bu," ucapnya.

Dia menjelaskan jika kategori R4 berada pada prioritas paling akhir untuk seleksi ASN PPPK. Mengenai persoalan tersebut, ia menilai kariernya terbengkalai dan meminta bantuan Komisi X DPR RI supaya guru honorer dalam kategori yang sama tetap dipertimbangkan.

"Terdapat aturan perundang-undangan jika honorer maka diselesaikan pada tahun 2025. Apabila R4 disia-siakan, bagaimana pengabdian kami selama ini?" imbuhnya.