BISNIS MARKET - Rumah itu berdiri di tepi  Dusun Somopuro, Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kendal, sunyi dan sederhana.

Di dalamnya, dua gadis kecil Putri Setia Gita Pratiwi (23) dan Intan Ayu Sulistyowati (18), menatap tubuh ibu mereka bernama Setyaningsih (51)yang tak lagi bernyawa. 

Mereka bertahan hidup beberapa hari tanpa makan, hanya dengan air seadanya. Dunia luar baru tahu setelah aroma kematian menyeruak.

Sebuah kisah nyata yang menusuk jantung bangsa: di negeri yang katanya makmur, masih ada yang mati kelaparan. 

Ibu itu bukan korban perang, bukan pula korban bencana alam. Ia korban dari keheningan sosial dan kelengahan negara.

Jejak Keluarga yang Terlupakan

Menurut penelusuran warga, sang ayah telah lama tak pulang, meninggalkan istri dan dua anaknya hidup dalam kekurangan. 

Tetangga mengaku sudah lama curiga karena keluarga itu jarang terlihat keluar rumah.

Namun siapa sangka, di balik pintu rapat itu, nyawa melayang karena lapar dan depresi yang tak terdeteksi.