BISNISMARKET.COM - Pergerakan pasar aset kripto pada hari Jumat, 3 April 2026, menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan bagi salah satu pemain besar, yakni XRP. Koreksi ini menambah tekanan jual yang sudah terasa sejak awal pekan.
Data terbaru menunjukkan bahwa harga XRP mengalami kemerosotan sekitar 2,11 persen dalam rentang waktu 24 jam terakhir. Penurunan ini membawa nilai tukarnya kembali ke level yang lebih rendah.
Saat ini, harga XRP terpantau berada di kisaran Rp22.322 per koin. Angka ini merupakan penanda penting bagi para analis teknikal mengenai sentimen pasar saat ini.
Jika dikonversi ke mata uang dolar Amerika Serikat, harga tersebut setara dengan US$1,31 per unitnya. Fluktuasi ini mencerminkan dinamika pasar global yang memengaruhi aset digital.
Penurunan 2,11 persen ini menandai tantangan baru bagi komunitas XRP yang berharap adanya kenaikan signifikan di kuartal kedua tahun ini. Investor mulai mengamati level support terdekat.
Menurut pantauan pasar hari ini, Jumat (3/4/2026), pergerakan harga XRP menunjukkan adanya tekanan jual yang dominan. Kondisi ini memaksa pasar untuk menguji batas bawah harga saat ini.
"Harga XRP hari ini, Jumat (3/4/2026), tercatat mengalami penurunan sekitar 2,11 persen dalam 24 jam terakhir," demikian disebutkan dalam laporan pembaruan pasar terkini.
Posisi harga yang kini berada di kisaran Rp22.322 per koin tersebut, lanjut laporan tersebut, setara dengan US$1,31. Informasi ini menjadi acuan utama bagi para pelaku pasar yang melakukan transaksi harian.
Para analis kini fokus mengawasi apakah level Rp22.322 ini mampu bertahan sebagai zona penahan sebelum potensi pembalikan arah terjadi dalam beberapa hari ke depan.