ATLANTA, BisnisMarket.com — Jagat sepak bola diguncang kejutan besar pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium. Timnas Spanyol yang menyandang status sebagai juara Eropa sekaligus tim peringkat 2 dunia harus puas ditahan imbang 0-0 oleh tim debutan, Cape Verde (Tanjung Verde).

Aktor utama di balik rasa frustrasi La Roja tidak lain adalah sang penjaga gawang veteran sekaligus kapten Cape Verde, Vozinha. Di usianya yang sudah menginjak 40 tahun, ia menjelma menjadi tembok raksasa yang mustahil ditembus oleh deretan penyerang bintang kelas dunia.

Masterclass 8 Penyelamatan di Atlanta

Spanyol sejatinya mendominasi jalannya pertandingan dengan melepaskan 27 tembakan dan menguasai penguasaan bola secara absolut. Namun, 8 tembakan tepat sasaran (on target) yang mengarah ke gawang Cape Verde semuanya berhasil dimentahkan oleh refleks luar biasa Vozinha.

Salah satu aksi terbaiknya terjadi di babak pertama saat ia menepis sontekan jarak dekat Ferran Torres hingga mengenai mistar gawang. Di babak kedua, ia kembali menggagalkan sundulan mematikan dari Aymeric Laporte. Bahkan, masuknya wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, di sisa 20 menit laga tetap tidak mampu meruntuhkan keperjakaan gawang yang dikawal kiper bertinggi badan 189 cm ini.

Profil dan Rekor Bersejarah Vozinha

Pemilik nama lengkap Josimar Dias ini lahir di Mindelo, Cape Verde, pada 3 Juni 1986. Vozinha merupakan salah satu pemain paling setia dan memiliki caps terbanyak dalam sejarah sepak bola negaranya. Saat ini, ia merumput di kompetisi kasta kedua Portugal bersama klub G.D. Chaves.

Keberhasilannya menjaga kesucian gawang Cape Verde melahirkan sejumlah rekor mencengangkan:

Kiper Tertua Bersejarah: Menurut data statistik Opta, Vozinha resmi menjadi penjaga gawang tertua sepanjang sejarah sepak bola yang berhasil mencetak clean sheet (tidak kebobolan) pada laga debutnya di Piala Dunia, yakni dalam usia 40 tahun 12 hari.