JAKARTA, BisnisMarket.com - Pernahkah Anda membayangkan kekayaan alam Indonesia yang luar biasa terbuka lebar, siap dikerjakan siapa saja yang serius, punya dana dan teknologi canggih? Tidak ada lagi proses berbelit-belit atau perundingan tertutup. Kabar ini mengguncang dunia energi nasional dan internasional, membawa angin segar sekaligus tantangan besar bagi masa depan cadangan minyak dan gas kita!

Dilansir dari Bloomberg Technoz diakses pada (21/5), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia resmi menawarkan 83 wilayah potensi blok migas baru untuk dikaji dan dieksplorasi secara luas oleh seluruh pihak yang berminat. Di balik angka ini, ada cerita besar: total ada 188 wilayah berpotensi tinggi, namun 28 sudah terikat kontrak, 43 sedang dalam studi bersama, dan sisanya 50 belum tersentuh sama sekali.

Langkah Revolusioner Tanpa Sekat

“Ini saya buka secara umum. Siapa saja boleh. Tidak perlu nego-nego di belakang meja, yang penting kalian punya teknologi, kalian punya duit. Kalian punya keseriusan. Silakan, monggo,” tegas Bahlil saat berbicara di IPA Convex 2026, 20 Mei lalu, kalimat yang langsung jadi sorotan dan memecah cara kerja lama yang kerap tertutup.

Ia juga mengungkapkan rencana lebih besar: “Saya ingin mengumumkan untuk kita akan membuka tender ada sekitar 118 blok baru untuk yang melakukan eksplorasi, dan dari 118 blok baru itu sudah sekitar 20 sudah selesai.” Artinya, peluang masih sangat banyak dan luas terbuka, bukan hanya 83 yang ditawarkan saat ini saja.

Target Ambisius: 900 Ribu-1 Juta Barel per Hari

Langkah ini bukan sekadar penawaran biasa, melainkan kunci utama mencapai tujuan besar nasional. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sebelumnya sudah menegaskan, tahun ini saja pemerintah berniat menawarkan hingga 110 wilayah kerja sekaligus, guna mendongkrak produksi atau lifting migas Indonesia secara drastis.

Targetnya jelas dan menantang: pada tahun 2028 nanti, produksi harus tembus 900 ribu hingga 1 juta barel per hari. Angka yang ambisius, mengingat kebutuhan energi terus naik dan cadangan lama mulai menurun. Dengan membuka akses seluas ini, pemerintah berharap investasi masuk deras, penemuan cadangan baru meningkat, dan ekonomi energi makin berputar cepat.

Jejak Penawaran Tahun Lalu