BISNISMARKET.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengumumkan sebuah rencana strategis yang signifikan terkait operasional Stasiun Gambir di Jakarta Pusat. Rencana ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi stasiun tersebut sebagai layanan ganda, tidak hanya melayani Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) tetapi juga Kereta Rel Listrik (KRL).

Keputusan ini menandai langkah pemerintah untuk merevitalisasi salah satu stasiun kereta api paling ikonik di ibu kota. Langkah ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali sebuah kebijakan yang sempat dihentikan operasionalnya sekitar 14 tahun yang lalu.

Keputusan penghentian layanan KRL di Stasiun Gambir sebelumnya diambil dengan pertimbangan utama terkait efisiensi operasional secara keseluruhan. Penghentian ini bertujuan untuk menata ulang alur perjalanan kereta api di wilayah metropolitan Jakarta.

Stasiun Gambir sendiri sebelumnya telah menjalankan fungsi gandanya, melayani KRL dan KAJJ secara bersamaan. Hal ini terjadi sejak peresmian jalur layang di stasiun tersebut yang dilakukan pada tahun 1992 silam.

Namun, titik balik terjadi pasca-Lebaran pada tahun 2012, ketika layanan KRL di Stasiun Gambir secara resmi dihentikan. Penghentian tersebut dilakukan sebagai respons terhadap isu kepadatan penumpang yang semakin tinggi di area tersebut.

Selain menangani kepadatan, penghentian layanan KRL saat itu juga bertujuan untuk mensterilkan area layanan utama Stasiun Gambir. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan keberangkatan kereta api jarak jauh.

"Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan rencana strategis untuk mengembalikan fungsi Stasiun Gambir sebagai stasiun yang melayani perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) selain melayani Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ)," demikian disebutkan dalam pengumuman resmi tersebut.

Lebih lanjut, disebutkan bahwa keputusan ini menandai upaya menghidupkan kembali kebijakan yang sempat dihentikan sekitar 14 tahun lalu demi efisiensi operasional, seperti dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM.

Keputusan untuk mengintegrasikan kembali KRL ke Stasiun Gambir diharapkan dapat memberikan alternatif mobilitas yang lebih baik bagi komuter, meskipun detail implementasinya masih menunggu tindak lanjut dari Kemenhub.