PANDEGLANG, BisnisMarket.com - Banyak dari kita yang menganggap bahwa ponsel pintar akan bertahan selamanya selama layarnya tidak pecah atau tidak tercebur ke dalam air. Padahal, sama seperti barang elektronik lainnya, ponsel memiliki masa pakai atau "sisa umur" efektif.
Jika ponsel Anda mulai sering lemot, baterainya cepat habis, atau aplikasi sering keluar sendiri (force close), itu bisa jadi tanda bahwa sisa umur perangkat Anda sudah tidak lama lagi. Kabar baiknya, Anda bisa memprediksi sisa umur ponsel tersebut dengan memperhatikan beberapa indikator utama berikut:
1. Periksa Kesehatan Baterai (Battery Health)
Baterai adalah komponen yang paling cepat mengalami penuaan kimiawi. Masa pakai baterai biasanya diukur dalam siklus pengisian daya (charge cycles).
Pengguna iPhone: Anda bisa langsung mengeceknya di menu Settings > Battery > Battery Health & Charging. Jika kapasitas maksimum sudah di bawah 80%, baterai biasanya sudah mulai mengalami penurunan performa yang signifikan.
Pengguna Android: Anda bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga yang tepercaya seperti AccuBattery, atau menggunakan kode dial khusus (seperti *#*#4636#*#* pada beberapa merek) untuk melihat status kesehatan baterai.
2. Cek Batas Akhir Pembaruan Sistem Operasi (OS)
Umur operasional ponsel sangat bergantung pada dukungan software dari pabrikan. Ponsel yang sudah tidak mendapatkan pembaruan keamanan (security patch) sangat rentan terhadap peretasan dan tidak akan bisa menjalankan aplikasi-aplikasi terbaru.
Periksa tahun rilis ponsel Anda dan cari tahu kebijakan pembaruan dari merek tersebut. Saat ini, beberapa produsen mulai memberikan dukungan hingga 4–7 tahun, namun ponsel kelas menengah ke bawah umumnya hanya mendapatkan dukungan OS selama 2–3 tahun saja.