TEHERAN, BisnisMarket.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah kabar tewasnya Seyed Majid Khademi, kepala organisasi intelijen Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Ia dilaporkan gugur dalam serangan udara yang terjadi di Teheran, ibu kota Iran, pada dini hari.
Informasi mengenai kematian Khademi disampaikan melalui pernyataan resmi IRGC yang dirilis pada hari Senin. Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa Khademi tewas akibat serangan yang dilakukan oleh musuh Iran, yakni Israel dengan dukungan Amerika Serikat.
Kabar ini langsung menyita perhatian dunia internasional, mengingat posisi Khademi yang sangat penting dalam struktur keamanan dan intelijen Iran.
Tokoh Intelijen yang Lama Mengabdi
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut Khademi sebagai figur yang telah mengabdikan hampir setengah abad hidupnya untuk menjaga keamanan Iran serta mempertahankan prinsip Revolusi Islam 1979.
Ia dikenal sebagai sosok yang bekerja jauh dari sorotan publik, tetapi memiliki pengaruh besar dalam berbagai operasi intelijen strategis.
Banyak pihak di Iran menilai Khademi sebagai salah satu tokoh kunci yang membantu menjaga stabilitas keamanan negara di tengah berbagai ancaman eksternal.
Disebut Berperan Menggagalkan Operasi Musuh
Menurut IRGC, berbagai operasi intelijen yang dipimpin Khademi selama bertahun-tahun berhasil menggagalkan rencana infiltrasi dan operasi yang dianggap mengancam keamanan nasional Iran.