BISNISMARKET.COM - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) berhasil mencatat kinerja finansial yang impresif pada awal tahun 2026. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp6,7 triliun sepanjang kuartal pertama tahun tersebut.
Pertumbuhan pendapatan ini menandai peningkatan sebesar 21,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Selain pendapatan, MTDL juga mengumumkan perolehan laba bersih yang positif, mencapai Rp158,9 miliar pada kuartal I 2026.
Kinerja positif ini terutama didorong oleh kontribusi besar dari unit bisnis Distribusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) perusahaan. Unit bisnis distribusi ini dilaporkan mengalami pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat sebesar 23,8% YoY pada kuartal pertama tahun ini.
Kekuatan utama unit distribusi ini terletak pada portofolio produknya yang beragam, khususnya penjualan produk notebook dan smartphone. Segmen telekomunikasi, yang didominasi oleh penjualan smartphone, menunjukkan ketahanan pasar yang luar biasa.
Secara spesifik, segmen telekomunikasi berhasil mencatatkan pertumbuhan yang sangat tinggi, yaitu mencapai 45,5% pada tiga bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan permintaan yang kuat di pasar ponsel pintar.
Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas pembelian dari tingkat dealer menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan unit distribusi. Aktivitas ini terjadi di tengah kondisi pasar yang ditandai oleh ketersediaan produk yang ketat serta kenaikan harga untuk notebook dan smartphone.
"Peningkatan aktivitas pembelian di tingkat dealer di tengah ketatnya ketersediaan produk dan kenaikan harga baik dari Notebook dan smartphone telah membuat unit bisnis Distribusi tetap menjadi mesin pertumbuhan pendapatan utama Perseroan,” kata Susanto Djaja dalam siaran persnya pada Rabu, 29 April 2026.
Sementara itu, unit bisnis solusi dan konsultasi digital juga memberikan kontribusi signifikan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 7,2% YoY. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan permintaan layanan dari sektor industri utama seperti jasa keuangan dan telekomunikasi.
Permintaan layanan dari industri jasa keuangan dilaporkan tumbuh sebesar 10,9% YoY, sementara industri telekomunikasi menunjukkan pertumbuhan permintaan layanan sebesar 8,8% YoY. Hal ini mengindikasikan pergeseran fokus industri menuju layanan digital.