BISNISMARKET.COM - Di balik perjalanan panjang Keraton Kasunanan Surakarta, terdapat sosok perempuan yang perannya tak selalu berada di garis depan, namun sangat menentukan arah keluarga istana, KRAy Adipati Pradaningsih, atau lebih dikenal masyarakat dengan nama Asih Winarni.

Sebagai permaisuri Pakubuwono XIII dan ibu dari Gusti Purboyo, Asih Winarni menjadi figur sentral dalam menjaga nilai-nilai Jawa, kehormatan keluarga, serta kesinambungan tradisi di tengah dinamika suksesi kerajaan.

Asih Winarni memperoleh gelar KRAy Adipati Pradaningsih setelah dinobatkan menjadi permaisuri Pakubuwono XIII. Gelar ini bukan sekadar penghormatan, tetapi penanda kedudukannya sebagai satu-satunya istri yang berstatus permaisuri pada masa pemerintahan almarhum raja. 

Posisi ini menempatkannya pada strata tertinggi dalam struktur perempuan keraton, dengan tanggung jawab besar terkait adat, upacara, dan keharmonisan internal keluarga kerajaan.

Sebagai permaisuri, Pradaningsih memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antara keluarga inti raja, para pangeran, serta lingkungan abdi dalem. Sikapnya yang tenang dan berwibawa membuatnya dihormati sebagai figur ibu yang menjadi sandaran dalam banyak keputusan domestik istana.

Nama Pradaningsih tidak bisa dipisahkan dari perjalanan putranya, Gusti Purboyo, yang kini menjadi sorotan sebagai calon penerus takhta. Sejak awal 2000-an, ia dikenal tekun mengajarkan unggah-ungguh, tatakrama, ketulusan, dan budi pekerti Jawa kepada anak-anaknya. 

Kesabaran dan keteguhannya sebagai ibu membuatnya menjadi figur penuntun bagi Purbaya, terutama ketika putranya dinobatkan sebagai putra mahkota pada 2022. Banyak yang melihat bahwa karakter Purboyo hari ini merupakan cerminan dari pendidikan moral yang ia terima dari Pradaningsih sejak kecil.

Dalam banyak kesempatan resmi keraton, Pradaningsih sering tampil mengenakan busana adat lengkap, menegaskan komitmennya terhadap pelestarian tradisi Jawa. Ia dikenal ramah, lembut, namun tetap menjaga wibawa sebagai permaisuri. 

Sebagai satu-satunya permaisuri Pakubuwono XIII, KRAy Adipati Pradaningsih berdiri sebagai simbol legitimasi dan kesinambungan garis keturunan, menjadikan kehadirannya bukan hanya penting bagi keluarga istana, tetapi juga menjadi pilar yang menguatkan posisi Gusti Purbaya sebagai penerus takhta raja Surakarta.***