BISNISMARKET.COM - Kepercayaan memegang peranan sentral sebagai landasan utama dalam setiap interaksi sosial, mencakup hubungan pertemanan, keluarga, maupun lingkungan profesional. Fondasi ini rentan terkikis ketika muncul indikasi bahwa seseorang menunjukkan perilaku yang tidak jujur.

Pertanyaannya, apa saja tanda atau indikasi perilaku sehari-hari yang dapat menjadi petunjuk bahwa seseorang mungkin sedang tidak menyampaikan kebenaran sepenuhnya? Terdapat beberapa pola perilaku yang secara umum diasosiasikan dengan ketidakjujuran.

Salah satu indikasi yang sering terdeteksi adalah ketidakkonsistenan dalam narasi atau cerita yang disampaikan oleh individu tersebut. Detail dari kejadian yang diceritakan seringkali mengalami perubahan signifikan dari waktu ke waktu.

Hal ini terjadi karena informasi yang disampaikan mungkin tidak berakar pada fakta atau pengalaman aktual yang telah dilalui orang tersebut. Namun, penting untuk dicatat bahwa inkonsistensi tidak selalu mutlak berarti adanya kebohongan, sebab faktor seperti daya ingat yang lemah atau trauma bisa memengaruhi ingatan, sebagaimana dijelaskan dalam analisis ini.

Perilaku lain yang patut dicermati adalah kecenderungan seseorang untuk sering kali melanggar janji-janji kecil yang telah dibuatnya. Contohnya adalah janji untuk menghubungi kembali yang tak pernah terwujud atau pembatalan rencana mendadak di menit-menit terakhir.

Kebiasaan kecil namun berulang ini secara perlahan dapat mengikis kepercayaan karena menunjukkan bahwa ucapan individu tersebut sulit untuk diandalkan. Ini menjelaskan mengapa janji sederhana pun penting untuk ditepati.

Menariknya, orang yang cenderung tidak jujur terkadang justru menunjukkan perilaku sebaliknya, yaitu terlalu sering menekankan bahwa mereka sedang mengatakan kebenaran. Mereka mungkin berulang kali menyisipkan frasa seperti, "Saya jujur, ya," saat memberikan penjelasan.

Dilansir dari Psychology Today, disebutkan bahwa penekanan berlebihan terhadap kejujuran tersebut dapat menjadi taktik untuk mengalihkan fokus perhatian dari fakta yang mungkin sedang disembunyikan oleh pembicara.

Selain itu, perlu diperhatikan pula pola pemberian pujian yang terasa berlebihan dan tidak wajar, meskipun pujian biasanya diasosiasikan dengan hal positif. Pujian yang terasa tidak proporsional bisa mengindikasikan adanya motif tersembunyi di baliknya.