BISNISMARKET.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah sigap untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para siswa dengan memastikan percepatan rehabilitasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang mengalami kerusakan. Langkah ini menjadi prioritas utama demi kualitas pendidikan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa pembangunan ulang sekolah tersebut menjadi agenda penting pemerintah daerah. Alokasi dana sebesar Rp48,1 miliar telah disiapkan untuk merehabilitasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 bersama dengan SDN Kebayoran Lama Selatan 11.
"Pembangunan ulang sekolah tersebut telah menjadi prioritas pemerintah daerah," ujar Pramono Anung, menekankan komitmen Pemprov DKI Jakarta.
Proses pembangunan akan segera dipersiapkan setelah tahapan administrasi dan penunjukan tim teknis yang bertugas mengawasi pelaksanaannya rampung. Pendanaan proyek ini bersumber dari APBD Perubahan, serta opsi pembiayaan lain termasuk pemanfaatan Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
Selain di Kebayoran Lama, beberapa gedung sekolah lain yang kondisinya mendesak juga akan direhabilitasi. Anggaran telah disiapkan untuk SMAN 102 Jakarta sebesar Rp67,5 miliar, SDN Cempaka Putih Barat 03 Rp48,4 miliar, serta SDN Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01 dengan total Rp74,1 miliar.
Secara keseluruhan, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sekitar Rp249 miliar untuk revitalisasi empat kompleks sekolah tersebut. Pembentukan tim pengawas juga menjadi bagian dari rencana untuk memastikan kelancaran dan kualitas pekerjaan.
"Pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp249 miliar untuk pembangunan kembali empat kompleks sekolah tersebut," demikian disampaikan dalam keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta.
Dinas Pendidikan telah mengidentifikasi 22 sekolah yang memerlukan rehabilitasi total. Namun, keterbatasan anggaran membuat hanya tujuh sekolah yang awalnya masuk dalam program pembangunan tahun 2026-2027.
"Kondisi empat sekolah yang dinilai semakin mengkhawatirkan membuat Pemprov memutuskan mempercepat pelaksanaan rehabilitasinya," papar Pramono Anung, menjelaskan alasan percepatan.