BISNISMARKET.COM - Peristiwa nahas menimpa seorang pimpinan redaksi media di Tangerang Selatan ketika niat baiknya untuk memediasi perselisihan berujung pada dugaan tindak kekerasan. Rusadin, yang menjabat sebagai Pimpinan Redaksi BantenNet, mengalami insiden yang tidak menyenangkan tersebut.
Insiden ini terjadi ketika Rusadin berusaha membantu menyelesaikan persoalan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayahnya dengan pendekatan kekeluargaan. Namun, upaya damai tersebut justru berbalik menjadi pengalaman traumatis baginya.
Kejadian dugaan penganiayaan ini berlangsung saat Rusadin menghadiri agenda mediasi di kawasan Villa Melati Mas, yang berlokasi di Jelupang, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Momen ini seharusnya menjadi ajang penyelesaian masalah, bukan malah menimbulkan korban baru.
Peristiwa yang menimpa Rusadin ini segera memantik reaksi keras dan kecaman dari organisasi profesi pekerja media di wilayah tersebut. Kalangan jurnalis merasa solidaritas mereka terganggu dengan insiden yang menimpa salah satu rekan mereka.
Dikutip dari Infotren.id, PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) setempat memberikan respons tegas terhadap insiden yang menimpa Rusadin. Mereka menuntut adanya tindakan nyata dari pihak kepolisian setempat.
"Peristiwa itu pun memantik reaksi keras dari kalangan pekerja media," menggarisbawahi betapa seriusnya respons dari komunitas jurnalis atas insiden yang terjadi, dilansir dari Infotren.id.
PWI secara khusus mendesak Polres Tangerang Selatan untuk menunjukkan ketegasan dalam menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan yang dialami oleh Rusadin. Penegakan hukum yang cepat dan adil menjadi tuntutan utama.
Pimpinan Redaksi BantenNet tersebut secara resmi mengaku menjadi korban dari dugaan penganiayaan saat dirinya tengah menjalankan peran sebagai penengah dalam pertemuan tersebut. Hal ini menambah dimensi baru dalam kasus yang bermula dari kecelakaan biasa.
"Pasalnya, Pimpinan Redaksi BantenNet itu mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan saat menghadiri mediasi di kawasan Villa Melati Mas, Jelupang, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel)," demikian keterangan yang diperoleh mengenai kronologi kejadian, dikutip dari Infotren.id.