HOUSTON, BisnisMarket.com – Kejuaraan Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan drama luar biasa. Langkah impresif tim tuan rumah Kanada akhirnya harus terhenti secara tragis di babak 16 besar. Menghadapi ketangguhan tim peringkat 7 dunia, Maroko, Kanada dipaksa bertekuk lutut setelah dibantai dengan skor mencolok 3-0 pada pertandingan yang berlangsung ketat di Houston Stadium, Texas.

Pertandingan ini berjalan dengan tensi yang sangat tinggi sejak menit awal. Sepanjang babak pertama, Kanada yang didukung oleh ribuan suporternya sebenarnya tampil sangat agresif. Absennya bintang utama mereka, Alphonso Davies akibat cedera hamstring, tidak mengecilkan nyali anak asuh Jesse Marsch. Kanada bahkan mendapatkan total 11 tendangan sudut dan sempat mengancam gawang Maroko lewat aksi Tani Oluwaseyi. Namun, ketangguhan Yassine Bounou di bawah mistar gawang Maroko berhasil menjaga skor tetap kacamata 0-0 hingga turun minum.

Fisik yang terkuras dan ketegangan antarpemain mewarnai paruh pertama ini, terbukti dengan keluarnya total 6 kartu kuning sebelum babak kedua dimulai.

Masterclass Ounahi dan Efisiensi Mematikan Maroko

Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan berubah total. Pelatih Maroko berhasil mengubah strategi demi meredam agresivitas Kanada. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-50. Menerima umpan dari tendangan bebas Achraf Hakimi, gelandang andalan Azzedine Ounahi melepaskan tembakan kaki kanan yang menghujam deras ke pojok bawah gawang Maxime Crépeau. Maroko memimpin 1-0.

Tertinggal satu gol membuat Kanada keluar menyerang dan meninggalkan lubang besar di lini pertahanan mereka. Kelengahan ini dihukum dengan sangat kejam oleh skuap Singa Atlas yang menunjukkan efisiensi luar biasa (mencetak 3 gol hanya dari 5 total tembakan sepanjang laga).

Pada menit ke-82, Brahim Díaz dengan cerdik mengecoh lini belakang Kanada sebelum menyodorkan umpan manis kepada Ounahi. Sang gelandang tidak menyia-nyiakan peluang untuk mencetak brace (dua gol) dan membawa Maroko menjauh 2-0. Gol ini sekaligus menobatkan Ounahi sebagai pemain Maroko pertama yang mampu mencetak dua gol dalam satu pertandingan fase gugur Piala Dunia sepanjang sejarah.

Pesta kemenangan Maroko akhirnya ditutup dengan manis pada masa injury time (menit 90+7). Lewat sebuah skema serangan balik cepat yang mematikan, pemain pengganti Soufiane Rahimi berhasil lolos dari jebakan offside dan dengan tenang melesakkan bola untuk mengubah skor menjadi 3-0.

Menuju Perempat Final