BISNISMARKET.COM - Perkembangan signifikan telah terjadi dalam isu hukum yang sempat menghebohkan publik Korea Selatan mengenai aktor terkenal Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron. Kantor Polisi Gangnam di Seoul secara resmi mengumumkan penutupan kasus yang telah diselidiki sejak tahun 2025 lalu.

Keputusan penutupan ini mengindikasikan bahwa aktor Kim Soo Hyun telah dinyatakan tidak bersalah atas berbagai tuduhan yang sempat beredar luas di kalangan masyarakat. Proses investigasi yang mendalam telah dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memastikan kebenaran dari setiap klaim.

Pengumuman penutupan kasus ini berbarengan dengan keluarnya surat perintah penangkapan terhadap salah satu figur kunci dalam penyebaran rumor tersebut. Figur tersebut adalah pemilik akun YouTube bernama Hoverlab, yang diidentifikasi sebagai Kim Se Ui.

Informasi mengenai penutupan perkara ini didapatkan dari surat perintah penangkapan yang diterbitkan oleh Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul. Hal ini merupakan titik balik penting dalam penyelesaian isu yang sempat mempengaruhi citra kedua artis tersebut.

"Perkembangan penanganan perkara ini terungkap melalui rilis resmi yang menyertai surat perintah penangkapan terhadap pemilik akun YouTuber Hoverlab, Kim Se Ui," demikian keterangan yang dirilis oleh pihak berwenang.

Detail mengenai penutupan ini dikonfirmasi melalui dokumen resmi yang dikeluarkan oleh lembaga penegak hukum di Korea Selatan. Proses ini memerlukan waktu intensif untuk memverifikasi keaslian dari berbagai materi yang disebarkan.

"Keputusan ini menggarisbawahi bahwa aktor Kim Soo Hyun dinyatakan tidak bersalah terkait tuduhan yang sempat beredar luas di publik," ujar sumber internal yang terkait dengan proses hukum tersebut.

Informasi mengenai penutupan kasus ini diperoleh dari surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul, sebagaimana dilansir oleh Korea JoongAng Daily pada hari Jumat, 22 Mei 2026.

Penyelidikan mendalam ini juga mengungkap adanya rekayasa digital, di mana bukti-bukti yang digunakan untuk menyebarkan rumor ternyata terdeteksi sebagai hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Hal ini menjadi dasar kuat bagi kepolisian untuk menghentikan penyelidikan terhadap artis yang bersangkutan.