BISNISMARKET.COM - FIFA telah mengambil sebuah keputusan penting terkait manajemen kebugaran atlet menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026 yang akan datang. Langkah ini merupakan penegasan mengenai pentingnya menjaga kondisi fisik para pemain selama pertandingan berlangsung.

Keputusan terbaru yang disahkan oleh badan sepak bola dunia tersebut adalah pengenalan resmi hydration break atau jeda minum yang akan diterapkan di seluruh rangkaian pertandingan turnamen. Jeda ini dirancang untuk memberikan waktu istirahat singkat bagi pemain untuk rehidrasi.

Tindakan FIFA ini sejatinya bukanlah sebuah inovasi yang sepenuhnya baru dalam sejarah kompetisi sepak bola terbesar di dunia tersebut. Kebijakan mengenai jeda minum ini telah memiliki jejak historis dalam penyelenggaraan Piala Dunia sebelumnya.

Secara kronologis, momen resmi pertama kalinya jeda minum ini diperkenalkan dan diimplementasikan dalam gelaran Piala Dunia adalah pada edisi tahun 2014. Turnamen akbar tersebut diselenggarakan di negara Amerika Selatan, yaitu Brasil.

Hal ini mengindikasikan bahwa FIFA sebelumnya telah melakukan serangkaian uji coba dan evaluasi mendalam mengenai kebutuhan esensial pemain terkait dengan kondisi fisik dan faktor lingkungan seperti cuaca. Penerapan ini didasarkan pada kebutuhan fisiologis pemain.

Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, FIFA telah mengambil langkah signifikan terkait manajemen fisik pemain dalam persiapan menuju perhelatan akbar Piala Dunia 2026 mendatang. Keputusan ini secara spesifik mencakup pengenalan resmi hydration break atau jeda minum yang akan diterapkan di semua pertandingan.

Lebih lanjut, kebijakan ini menegaskan bahwa hydration break bukan merupakan sebuah terobosan baru di ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut. Sejarah mencatat bahwa jeda minum resmi pertama kali diperkenalkan dan diterapkan dalam gelaran Piala Dunia sebelumnya.

Fakta historis menunjukkan bahwa momen resmi pertama penerapan jeda minum dalam sejarah Piala Dunia terjadi pada edisi tahun 2014 yang diselenggarakan di Brasil. Ini menjadi landasan mengapa kebijakan ini kini diresmikan kembali untuk edisi 2026.

"Secara historis, momen resmi pertama penerapan jeda minum dalam sejarah Piala Dunia terjadi pada edisi tahun 2014 yang diselenggarakan di Brasil," demikian informasi yang disampaikan oleh sumber berita tersebut. Hal ini membuktikan adanya evaluasi berkelanjutan dari badan pengatur.