JAKARTA, BISNISMARKET.COM - Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami Yuvita Tri Rezeki mengundang perhatian publik karena kekerasan yang disebut-sebut berlangsung dalam waktu lama dan menyebabkan korban mengalami luka fisik yang sangat serius.
Di balik tindakan brutal tersebut, muncul dugaan motif yang diduga menjadi alasan pelaku, Taufik Hidayat, melakukan penyiksaan terhadap perempuan yang diketahui merupakan kekasihnya itu.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kakak ipar korban, Melani, keluarga sempat menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai kerabat Taufik Hidayat. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa Taufik merasa kesal karena menuduh Yuvita Tri Rezeki tidak setia selama menjalin hubungan dengannya.
Orang yang mengaku sebagai kerabat pelaku itu bahkan menyebut berbagai tindakan kekerasan yang terjadi selama sekitar dua tahun terakhir dipicu oleh dugaan perselingkuhan korban. Pesan tersebut juga menyinggung bahwa Yuvita beberapa kali kabur dan berpindah-pindah tempat tinggal sebelum akhirnya berada di bawah kendali pelaku.
Namun, keluarga korban membantah tuduhan tersebut. Menurut Melani, sejak awal keluarga tidak pernah menghalangi hubungan Yuvita dengan Taufik. Bahkan, korban sempat memperkenalkan Taufik kepada keluarganya sebelum kemudian menghilang dan sulit dihubungi dalam waktu yang lama.
Keluarga menilai alasan yang disampaikan pihak yang mengaku kerabat pelaku tidak dapat dijadikan pembenaran atas tindakan kekerasan yang dialami korban. Mereka menduga narasi tersebut muncul untuk mengurangi kesalahan pelaku di mata publik.
Kondisi Yuvi saat ditemukan disebut sangat memprihatinkan. Korban mengalami infeksi berat di bagian kepala, kerusakan pada kedua mata yang membuatnya kehilangan kemampuan melihat, serta luka serius pada wajah. Bibir korban diduga digunting hingga mengalami kerusakan parah, sementara sejumlah giginya dilaporkan rontok akibat pukulan berulang kali.
Tidak hanya itu, tubuh korban juga ditemukan memiliki bekas luka yang diduga berasal dari sundutan rokok. Pada tubuhnya terdapat tato bertuliskan nama pelaku, sementara bagian lutut korban mengalami luka berat yang diduga akibat sabetan senjata tajam.
Menurut keluarga, salah satu alasan korban tidak dapat melarikan diri dari penyekapan adalah karena kondisinya yang sudah tidak bisa melihat. Keadaan tersebut membuat korban berada dalam posisi yang sangat rentan dan bergantung pada pelaku.