BISNISMARKET.COM - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi telah mengeluarkan pernyataan permohonan maaf kepada publik. Permintaan maaf ini ditujukan atas situasi antrean kendaraan yang sangat padat dan berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Kemacetan ekstrem ini terjadi secara spesifik di lintasan penyeberangan yang menghubungkan Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk. Kejadian ini sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu, menimbulkan ketidaknyamanan signifikan bagi para pengguna jasa penyeberangan.

Permintaan maaf resmi ini dikeluarkan sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan atas kondisi pelayanan yang tidak optimal. ASDP menyadari sepenuhnya dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat pengguna jasa mereka.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjadi juru bicara yang menyampaikan penyesalan perusahaan atas kejadian tersebut. Beliau secara khusus menyoroti tingginya volume mobilitas masyarakat yang terjadi saat ini.

Faktor utama pemicu penumpukan kendaraan adalah periode libur sekolah yang sedang berlangsung di berbagai wilayah. Lonjakan perjalanan wisatawan dan pemudik menjadi salah satu penyebab utama kepadatan.

"Kami sangat memahami tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat yang terjadi selama periode libur sekolah saat ini," ujar Heru Widodo.

Selain itu, kondisi cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut juga turut memperburuk situasi di pelabuhan. Cuaca buruk sering kali menyebabkan penundaan operasional kapal, yang kemudian menumpuk antrean kendaraan.

Heru Widodo juga menyampaikan kesadaran penuh perusahaan terhadap kesulitan yang timbul akibat penumpukan kendaraan di Pelabuhan Ketapang. "Kami menyadari betul dampak ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kepadatan kendaraan di area Pelabuhan Ketapang," kata beliau.

ASDP berkomitmen untuk terus berupaya memitigasi dampak dari lonjakan volume kendaraan ini. Pihaknya tengah mengimplementasikan langkah-langkah strategis untuk memperlancar arus penyeberangan pasca-libur sekolah.