BISNISMARKET.COM - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BRIS telah mengumumkan kesiapan mereka untuk melaksanakan pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham. Pembagian dividen ini merujuk pada kinerja keuangan perseroan selama tahun buku 2025.
Total nilai dividen tunai yang akan dikucurkan oleh emiten dengan kode saham BRIS ini mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp1,51 triliun. Keputusan final mengenai distribusi keuntungan ini telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
RUPST yang menjadi dasar penetapan pembagian dividen tersebut diketahui telah dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2026. Hasil rapat tersebut menetapkan bahwa setiap lembar saham akan mendapatkan porsi dividen sebesar Rp32,81.
Dasar perhitungan pembagian dividen ini diambil dari kinerja keuangan perusahaan per akhir tahun fiskal 2025, yaitu pada tanggal 31 Desember 2025. Pada periode tersebut, BRIS berhasil mencatatkan laba bersih yang substansial.
Emiten perbankan syariah ini membukukan laba bersih yang sangat baik, yakni mencapai Rp7,56 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menjadi landasan utama dalam menentukan besaran dividen yang dibagikan.
Selain laba bersih, perusahaan juga memiliki saldo laba ditahan yang belum terdistribusi dan tidak dibatasi penggunaannya, yakni sebesar Rp6,05 triliun. Total ekuitas perseroan sendiri tercatat berada di angka Rp51,95 triliun.
Informasi resmi mengenai rencana pembagian dividen ini disampaikan oleh pihak manajemen melalui keterbukaan informasi kepada publik. "Perseroan menyampaikan rencana pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai hasil RUPS Tahunan," tulis Wisnu Sunandar, Senior Vice President BRIS.
Kutipan tersebut disampaikan Wisnu Sunandar dalam keterbukaan informasi yang diterima publik pada hari Kamis, 7 Mei 2026. Hal ini menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan imbal hasil kepada investor.
Terkait jadwal, tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi ditetapkan jatuh pada 13 Mei 2026. Investor yang membeli saham setelah tanggal ini tidak akan lagi mendapatkan hak atas dividen tahun buku 2025.