JAKARTA, BisnisMarket.com -
Di tengah gemuruh pemulihan ekonomi dunia dan lonjakan minat terhadap produk
bergaya klasik, sebuah langkah besar baru saja digulirkan oleh salah satu
raksasa industri alas kaki Jepang. Keputusan berani yang bisa mengubah peta
persaingan pasar sepatu dunia kini menjadi kenyataan, dan semua mata pelaku
bisnis kini tertuju pada nasib sebuah merek legendaris yang telah menemani
perjalanan waktu selama 77 tahun.
Keputusan Strategis Dewan Direksi
Dilansir dari Bloomberg Technoz (15/6), Asics Corp.
secara resmi menyetujui rencana untuk memisahkan bisnis Onitsuka Tiger menjadi
entitas yang berdiri sendiri di bawah bendera OT GROUP Corp., anak perusahaan
yang sepenuhnya dimiliki oleh Asics. Proses pemisahan ini menggunakan metode
pemecahan perusahaan jenis absorpsi dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada
tanggal 1 Januari 2027. Langkah ini bukan sekadar perubahan struktur
organisasi, melainkan strategi mendalam untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan
yang belakangan ini melonjak tajam seiring dengan ledakan industri pariwisata
dan meningkatnya permintaan global akan desain retro yang ikonik.
Penyatuan Operasi di Bawah Satu Manajemen
Bukan hanya memisahkan kantor pusat, Asics juga akan
menyatukan seluruh operasi bisnis Onitsuka Tiger dari berbagai anak perusahaan
regional ke dalam manajemen OT GROUP. Hal ini dilakukan agar pengambilan
keputusan menjadi lebih cepat, fokus pasar lebih tajam, dan aliran sumber daya
lebih terarah. Perlu diketahui, sejauh ini pihak Asics menegaskan bahwa rencana
penawaran saham perdana atau IPO belum menjadi agenda utama. Fokus utama saat
ini adalah memantapkan fondasi bisnis mandiri sebelum melangkah lebih jauh ke
pasar modal.
Ambisi Besar Capai Pendapatan Rp 2,1
Triliun
Di balik keputusan strategis ini, tersimpan ambisi
besar yang luar biasa. Ryoji Shoda, Direktur Utama OT GROUP, menyatakan dalam
konferensi pers di Tokyo bahwa target jangka panjang yang ditetapkan adalah
mencapai penjualan tahunan sebesar ¥200 miliar atau setara lebih dari Rp 2,1
triliun. Angka ini bukanlah mimpi kosong, mengingat kinerja terakhir merek ini
menunjukkan tren yang sangat positif. Pada kuartal pertama tahun ini saja,
penjualan bersih Onitsuka Tiger melonjak 34 persen dibandingkan periode yang
sama tahun sebelumnya, mencapai angka ¥37,8 miliar.
Analisis Ekonomi di Balik Pemisahan Merek
Dari sudut pandang ekonomi dan bisnis, langkah
pemisahan merek adalah strategi umum yang sering dilakukan perusahaan besar
untuk memisahkan unit usaha dengan karakter pasar yang berbeda. Mengacu pada
analisis lembaga riset pasar internasional seperti Statista, tren alas kaki
bergaya retro diprediksi akan terus tumbuh rata-rata 4,5 persen per tahun
hingga tahun 2030, didorong oleh selera konsumen muda yang menyukai nilai
sejarah sekaligus kenyamanan produk. Dengan memisahkan manajemen, Onitsuka
Tiger dapat lebih leluasa berinovasi, menentukan strategi harga sendiri, dan
memperluas jaringan toko di kota-kota besar dunia tanpa terikat kebijakan
produk olahraga induknya.