BISNISMARKET.COM - Aktivitas ekonomi sektor swasta di Prancis mengalami kontraksi tajam selama bulan Mei 2026. Penurunan performa ini menciptakan kekhawatiran baru mengenai prospek ekonomi kawasan Eropa secara keseluruhan.

Penurunan performa ini bersumber dari melemahnya kinerja sektor jasa serta tekanan yang kembali dirasakan oleh sektor manufaktur di negara tersebut. Kedua sektor utama ini menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang signifikan dalam periode tersebut.

Kondisi ini terkonfirmasi melalui hasil survei awal yang dirilis oleh S&P Global pada hari Kamis, 21 Mei 2026. Hasil survei ini menjadi indikator penting mengenai kesehatan ekonomi Prancis saat ini.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) komposit Prancis tercatat merosot tajam ke posisi 43,5 pada bulan Mei ini. Angka ini menunjukkan adanya kontraksi yang lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya.

Angka PMI komposit Prancis di bulan Mei tersebut merupakan penurunan yang signifikan dari posisi 47,6 yang tercatat pada bulan April. Perbedaan ini mengindikasikan percepatan kontraksi ekonomi dalam satu bulan terakhir.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, penurunan drastis ini merupakan sinyal bahaya yang menguat bagi prospek resesi di zona Euro. Kondisi Prancis, sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama, sangat mempengaruhi stabilitas kawasan.

Survei awal S&P Global pada Kamis, 21 Mei 2026, menekankan bahwa kontraksi terjadi karena sektor jasa mengalami pelemahan yang substansial. Hal ini terlihat dari penurunan aktivitas bisnis yang signifikan di sektor tersebut.

"Aktivitas ekonomi sektor swasta di Prancis dilaporkan mengalami kontraksi yang sangat signifikan selama bulan Mei 2026," demikian tercatat dalam analisis awal yang diterbitkan, mengacu pada data S&P Global.

Selain itu, sektor manufaktur di Prancis juga menghadapi tekanan yang kembali menguat, turut menyumbang pada penurunan PMI komposit secara keseluruhan, menurut hasil survei tersebut.