BISNISMARKET.COM - Nama Prajogo Pangestu kembali menjadi sorotan setelah tiga emiten utama dalam portofolio bisnisnya dikeluarkan dari indeks global MSCI. Keputusan ini tidak hanya memicu tekanan pada harga saham terkait, tetapi juga berdampak signifikan terhadap nilai kekayaan bersih sang konglomerat serta sentimen investor di pasar modal Indonesia.
Tiga saham yang terdampak adalah Barito Renewables Energy, Chandra Asri Pacific, dan Petrindo Jaya Kreasi. Ketiganya resmi dikeluarkan dari indeks MSCI pada peninjauan terbaru, sementara satu emiten lain milik Prajogo, Barito Pacific, masih bertahan di MSCI Global Standard Index.
MSCI (Morgan Stanley Capital Index) merupakan lembaga penyedia indeks global yang menjadi acuan utama investor institusi dunia, termasuk dana pensiun, ETF, dan manajer investasi besar.
Masuk atau keluarnya suatu saham dari indeks MSCI biasanya memengaruhi arus dana asing (capital flow), karena banyak produk investasi global secara otomatis menyesuaikan portofolionya mengikuti komposisi indeks tersebut.
Ketika sebuah saham dikeluarkan dari indeks, tekanan jual sering terjadi akibat rebalancing dana pasif. Hal inilah yang kemudian terlihat pada tiga saham milik Prajogo yang mengalami koreksi tajam setelah pengumuman tersebut.
Sebelum dan sesudah pengumuman MSCI, ketiga saham tersebut sudah berada dalam tren pelemahan:
- BREN mengalami penurunan harian sekitar 4,75 persen dan secara year-to-date (YTD) telah terkoreksi lebih dari 60 persen.
- CUAN turun lebih dalam hingga 8,25 persen dengan penurunan YTD mendekati 60 persen.
- TPIA relatif stagnan dalam perdagangan harian, tetapi tetap mencatat pelemahan signifikan sepanjang tahun.