BISNISMARKET.COM - PT XTB Indonesia Berjangka (XTB Indonesia) secara resmi memperkenalkan inovasi keamanan terbaru berupa fitur verifikasi panggilan yang dapat diakses secara langsung melalui aplikasi mereka. Langkah ini diambil sebagai respons nyata terhadap peningkatan signifikan ancaman penipuan berbasis telepon yang kini sering menargetkan para investor di Indonesia.

Fitur baru ini dirancang untuk memberikan lapisan perlindungan ekstra bagi para nasabah XTB Indonesia dalam setiap interaksi komunikasi. Nasabah kini memiliki kemampuan untuk memverifikasi secara instan apakah panggilan yang mereka terima benar-benar berasal dari perwakilan resmi tim XTB.

Ketika tim layanan pelanggan atau tim penjualan menghubungi nasabah, pengguna dapat meminta notifikasi real-time yang muncul di dalam aplikasi. Verifikasi identitas penelepon ini harus dikonfirmasi sebelum nasabah bersedia membagikan informasi sensitif apa pun kepada penelepon tersebut.

Selain untuk panggilan masuk, fitur ini juga bertujuan menyederhanakan prosedur verifikasi ketika nasabah menghubungi layanan pelanggan XTB Indonesia secara proaktif. Proses yang sebelumnya memerlukan jawaban serangkaian pertanyaan keamanan kini dapat diselesaikan hanya dengan menyetujui notifikasi _push_ yang muncul di aplikasi.

Hal ini menjadikan proses verifikasi identitas menjadi jauh lebih cepat, efisien, dan aman, mengurangi potensi risiko kesalahan identifikasi. Direktur Utama XTB Indonesia Berjangka, Jodhi Gahara Aji, menyoroti pentingnya edukasi keamanan di tengah tantangan yang ada.

"Fitur verifikasi panggilan ini hadir sebagai komitmen kami dalam memberikan rasa aman yang nyata kepada nasabah XTB Indonesia setiap kali mereka berinteraksi dengan tim kami," ungkap Jodhi Gahara Aji, dikutip Jumat (8/5/2026).

Inisiatif keamanan ini turut ditegaskan sebagai bagian dari strategi global perusahaan dalam menjaga aset dan data nasabah. CEO XTB Global, Omar Arnaout, menekankan bahwa keamanan akun merupakan fokus utama perusahaan dalam menghadapi perkembangan ancaman siber.

"Keamanan akun nasabah adalah prioritas utama kami. Di saat ancaman siber global berkembang lebih cepat dari sebelumnya, kami percaya institusi keuangan harus memimpin dengan inovasi dan tanggung jawab," ujar Omar Arnaout.

Peluncuran fitur verifikasi real-time ini juga sejalan dengan data penting mengenai peningkatan serangan siber secara umum. Fitur ini menjadi krusial menyusul temuan dari CrowdStrike 2025 Global Threat Report yang mencatat lonjakan serangan _phishing_ sebesar 442% dalam paruh kedua tahun 2024.