JAKARTA, BisnisMarket.com -
Siapa sangka, satu perusahaan bisa menggerakkan roda ekonomi teknologi dunia
sendirian? Di tengah persaingan sengit dan perubahan pasar yang cepat, ada satu
nama yang makin tak tergoyahkan: TSMC. Angka demi angka yang mereka rilis bukan
sekadar laporan keuangan, tapi bukti nyata bahwa kita sedang berada di tengah
revolusi terbesar dalam sejarah komputasi dan TSMC adalah jantungnya.
Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) kembali
membuktikan diri sebagai kekuatan tak tergantikan di industri semikonduktor
global. Dilansir dari Bloomberg Technoz diakses pada 10/6/2026, perusahaan ini
mencatat lonjakan penjualan bulanan mencapai 30 persen pada Mei 2026,
mencerminkan permintaan yang masih luar biasa kuat akibat ledakan pembangunan
infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di seluruh dunia.
Pendapatan Mencapai Rp236,28 Triliun
Sebulan
Angka yang dicapai sungguh mencengangkan. Pendapatan
Mei lalu tercatat sebesar NT$416,98 miliar atau setara Rp236,28 triliun. Jika
digabungkan penjualan April dan Mei, kenaikannya mencapai 24 persen
dibandingkan periode sama tahun lalu. Bahkan para analis sudah memprediksi,
pada kuartal kedua ini pertumbuhan bisa menembus 35 persen lagi!
Ini bukan sekadar keberhasilan biasa. TSMC, produsen
chip terbesar di Asia, kini menjadi pemain kunci yang tak tergantikan dalam
ekosistem AI. Di sinilah diproduksi semikonduktor paling canggih yang dipakai
raksasa seperti Nvidia Corp. dan Advanced Micro Devices Inc. (AMD), dua nama
yang kini menjadi wajah utama perkembangan teknologi AI dunia.
Raksasa Teknologi Siapkan Dana Rp12.950 Triliun!
Kenapa permintaan makin tak terbendung? Jawabannya ada
di langkah raksasa teknologi dunia. Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft
bersiap mengalokasikan total dana senilai sekitar Rp12.950 triliun khusus untuk
investasi terkait AI tahun ini. Angka ini jauh lebih besar dari perkiraan awal,
menandakan bahwa perlombaan menguasai teknologi masa depan baru saja masuk
tahap paling serius.
“Pasokan chip global kami akan tetap tidak mencukupi
permintaan selama beberapa tahun ke depan,” tegas CEO TSMC, C.C. Wei, saat
berbicara kepada pemegang saham awal bulan ini. Pernyataan ini diperkuat bos
Nvidia, Jensen Huang, yang mengakui perusahaannya masih kesulitan mendapatkan
pasokan yang cukup. Bayangkan: meski produksi terus ditambah, kebutuhan dunia
tetap jauh lebih besar!
Belanja Modal Capai Rp1.001 Triliun, Siap
Perluas Kapasitas