SEOUL, BisnisMarket.com – Kursi kepelatihan Tim Nasional Korea Selatan kembali memakan korban dengan cara yang paling brutal. Hong Myung-bo, legenda sepak bola sekaligus juru taktik Taeguk Warriors, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada akhir Juni 2026. Keputusan ini diambil di bawah kepungan tekanan psikologis yang luar biasa masif menyusul kegagalan total Korea Selatan menembus babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Perjalanan Korea Selatan di Grup A berakhir mengenaskan. Setelah sempat menang 2-1 atas Republik Ceko, Son Heung-min dan kawan-kawan berturut-turut ditumbangkan Meksiko (0-1) dan Afrika Selatan (0-1). Hasil itu membuat mereka finis di peringkat ketiga dan akhirnya tersingkir dramatis setelah kalkulasi poin grup lain tidak memihak mereka.
Amuk Massa di Bandara Incheon dan Sentilan Keras Presiden
Tekanan yang dihadapi Hong Myung-bo memuncak saat rombongan timnas mendarat di Bandara Internasional Incheon. Berbeda dengan kepulangan timnas negara lain yang disambut hangat, skuad Korea Selatan harus berjalan di bawah kawalan ketat pihak keamanan.
Ratusan suporter yang diselimuti amarah menyambut mereka dengan cemoohan, teriakan makian, hingga lemparan barang. Publik sepak bola Korea Selatan menilai keputusan taktis Hong Myung-bo—termasuk keputusannya mencadangkan kapten Son Heung-min saat melawan Afrika Selatan—sebagai blunder fatal tak termaafkan.
Beban mental sang pelatih kian berat setelah Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, ikut melontarkan kritik terbuka yang sangat pedas ke ranah publik:
"Ketika loyalitas dan kubu-kubuan lebih dihargai daripada kompetensi, dan orang-orang yang tidak kompeten justru ditunjuk untuk menduduki posisi pemimpin, maka hasil buruk seperti ini sudah pasti terjadi," ujar Presiden Lee.
Menjadi Musuh Publik: Diboikot Toko hingga Ancaman Pembunuhan
Tekanan sosial yang dialami Hong Myung-bo tidak berhenti di bandara saja. Di media sosial lokal dan Reddit, viral foto-foto papan pengumuman di sejumlah supermarket dan restoran di Korea Selatan yang secara spesifik menuliskan larangan masuk bagi Hong Myung-bo. Ia mendadak menjadi musuh publik nomor satu di negaranya sendiri.