MIAMI, BisnisMarket.com – Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Tanjung Verde di Miami Stadium tidak hanya menyajikan drama lima gol yang menegangkan, melainkan juga melahirkan panggung kehebatan bagi bek kiri muda Tanjung Verde, Sidny Lopes Cabral.
Pemain berusia 23 tahun tersebut tampil tanpa rasa takut menghadapi deretan bintang dunia seperti Lionel Messi dan Lautaro Martinez. Puncaknya, Cabral sukses mencetak salah satu gol terindah di turnamen ini dengan menjebol gawang kiper terbaik dunia, Emiliano Martinez, lewat skema yang sangat fantastis.
Tampil Disiplin Matikan Sisi Kanan Argentina
Bermain dengan formasi defensif 4-1-4-1, Cabral memikul tugas berat di sektor bek kiri untuk membendung agresivitas sayap kanan Albiceleste. Sebelum laga dimulai, Cabral sempat berkelakar kepada media bahwa ia telah menonton ratusan video pertandingan Lionel Messi agar tidak "kehilangan akal" di lapangan.
Persiapan matang tersebut terbukti di atas lapangan. Sepanjang 120 menit, Cabral tampil sangat spartan. Ia berkali-kali melakukan intersep krusial, memenangi duel perebutan bola, dan dengan berani membangun transisi menyerang dari lini belakang. Kedisiplinan posisi yang ditunjukkannya membuat lini serang tim asuhan Lionel Scaloni sempat frustrasi dan kesulitan membongkar area kiri pertahanan The Blue Sharks.
Momen Magis Menit ke-103: Lahirnya Sebuah Golazo
Ketika Argentina berhasil unggul 2-1 di awal babak perpanjangan waktu lewat gol Lisandro Martinez, banyak pihak mengira mental Tanjung Verde akan runtuh. Namun, keteguhan hati anak-anak Afrika ini justru melahirkan kejutan besar di menit ke-103.
Berawal dari sebuah kemelut di depan area penalti Argentina, bola liar mengalir ke arah sisi kiri luar kotak penalti. Sidny Lopes Cabral yang berlari dari lini belakang langsung menyambut bola tanpa melakukan kontrol terlebih dahulu. Dengan presisi dan kekuatan luar biasa, Cabral melepaskan tembakan melengkung kaki kanan yang mengarah tepat ke pojok atas gawang.
Kiper sekelas Emiliano Martinez bahkan sudah melompat sekuat tenaga, namun laju bola yang begitu deras menembus jalanya membuat sang penjaga gawang hanya bisa terduduk melongo. Golazo spektakuler tersebut mengubah papan skor menjadi 2-2 dan memaksa seluruh isi stadion bergemuruh menyaksikan dongeng indah sang perwakilan kecil benua Afrika.