BISNISMARKET.COM - Penyanyi Syahravi akhirnya memutuskan untuk angkat bicara mengenai polemik hukum yang kini tengah menyelimutinya. Permasalahan ini secara spesifik berkaitan dengan sengketa hak cipta atas lagu legendaris ciptaan Fariz RM, yaitu "Di Antara Kata".

Isu hukum ini mencuat ke permukaan publik dan media massa seiring dengan keterlibatan aktif Syahravi dalam sebuah proyek rekaman khusus yang kini menjadi sorotan utama. Proyek tersebut diduga menjadi titik awal munculnya perselisihan mengenai kepemilikan dan penggunaan lagu tersebut.

Syahravi menegaskan bahwa keterlibatannya dalam proyek rekaman yang bermasalah tersebut sepenuhnya berlandaskan pada dasar profesionalisme. Ia menekankan bahwa hubungan kerja yang terjalin dengannya bersifat kontraktual murni.

Fokus utama keterikatan profesional Syahravi adalah dengan pihak produser yang dikenal dengan inisial SN. Ia menggarisbawahi bahwa interaksi atau kesepakatan kerjanya tidak dilakukan secara langsung dengan sang maestro musik, Fariz RM, sebagai pencipta asli lagu.

Dalam klarifikasinya, Syahravi menyatakan bahwa keputusannya untuk berpartisipasi didorong oleh kewajiban profesionalnya sesuai kesepakatan kerja yang telah ditandatangani. Hal ini menunjukkan posisi Syahravi sebagai eksekutor dalam proyek tersebut.

"Keterlibatan saya dalam proyek yang kini menjadi sorotan publik dan media massa ini murni didasarkan pada kontrak kerja profesional," ujar Syahravi, memberikan penekanan pada aspek formalitas hubungannya.

Ia juga secara eksplisit menyebutkan batasan hubungannya dalam proyek tersebut. "Hubungan saya adalah dengan produser berinisial SN, bukan secara langsung dengan Fariz RM sebagai pencipta lagu," kata Syahravi.

Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai peran Syahravi di tengah pusaran sengketa hak cipta yang melibatkan salah satu karya ikonik dari Fariz RM tersebut. Situasi ini menunjukkan kompleksitas yang sering muncul dalam proyek-proyek penghormatan musik (tribute album).

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, pernyataan resmi Syahravi ini menjawab spekulasi yang berkembang luas mengenai posisinya dalam perselisihan hukum yang sedang berlangsung.