ATLANTA, BisnisMarket.com - Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium melahirkan salah satu pertandingan paling dramatis sekaligus kontroversial sepanjang sejarah turnamen. Sang juara bertahan, Argentina, berhasil mengamankan tiket ke perempat final setelah menundukkan Mesir dengan skor ketat 3-2. Namun, kemenangan Albiceleste menyisakan luka mendalam bagi kubu The Pharaohs akibat serangkaian keputusan kontroversial dari wasit asal Prancis, Francois Letexier.
Jalannya Pertandingan: Mesir Beri Kejutan Besar
Mesir mengejutkan publik Atlanta dengan tampil menekan sejak menit awal. Pada menit ke-15, Yasser Ibrahim berhasil membawa Mesir unggul 1-0 lewat skema yang matang. Argentina sempat mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-21, namun eksekusi sang kapten, Lionel Messi, gagal membuahkan gol.
Memasuki babak kedua, situasi semakin sulit bagi Argentina setelah Mostafa Ziko menggandakan keunggulan Mesir menjadi 2-0 pada menit ke-67. Di ambang kegagalan, mental juara Argentina mulai berbicara. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 pada menit ke-79, disusul gol penyama kedudukan dari Lionel Messi pada menit ke-83. Drama memuncak di masa injury time (90+3') ketika Enzo Fernández menanduk bola masuk memanfaatkan umpan silang Lautaro Martinez untuk membalikkan keadaan menjadi 3-2.
Deretan Kontroversi Wasit Francois Letexier
Meskipun laga berjalan luar biasa dari segi taktik dan perjuangan, kepemimpinan wasit Francois Letexier menjadi sorotan utama media internasional. Kubu Mesir menilai bahwa mereka telah "dirampok" oleh keputusan-keputusan yang tidak adil:
Pembatalan Gol Kedua Ziko Melalui VAR: Mesir sempat mencetak gol sebelum gol kedua resmi mereka, namun dianulir secara kontroversial karena tuduhan pelanggaran awal yang dinilai sangat minim kontak.
Abaikan Pelanggaran Terhadap Mohamed Salah: Sebelum proses terjadinya gol ketiga Argentina yang dicetak Enzo Fernandez, bintang Mesir Mohamed Salah dijatuhkan oleh Julian Alvarez di kotak terlarang. Anehnya, Letexier sama sekali tidak menggunakan peninjauan VAR untuk melihat ulang insiden fatal tersebut.
Hujan Kartu untuk Ofisial Mesir: Akibat protes keras di pinggir lapangan terkait diabaikannya VAR, Letexier mengusir salah satu staf ofisial Mesir dengan kartu merah serta menghadiahi kartu kuning untuk pelatih Mesir, Hossam Hassan.