BISNISMARKET.COM - PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) sedang dalam persiapan intensif untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau IPO. Dalam rangkaian persiapan tersebut, pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina kembali melakukan manuver korporasi yang signifikan di pasar modal.
Manuver terbaru ini dilakukan melalui entitas bisnis mereka, yaitu PT Harmoni Semesta Investama (HSI). HSI kini telah resmi mengambil alih kendali atas emiten lain di bursa saham, yakni PT Satu Visi Putra Tbk (VISI).
Akuisisi ini terwujud setelah HSI berhasil membeli saham mayoritas dari pendiri lama perusahaan tersebut. Pembelian ini mencakup 1,9 miliar lembar saham VISI, yang merepresentasikan kepemilikan sebesar 61,85%.
Pembelian saham dalam jumlah besar tersebut dilakukan dari pendiri lama PT Satu Visi Putra Tbk, yang bernama David Dwiputra. Pengambilalihan kendali ini menandai langkah strategis baru bagi grup usaha milik Raffi Ahmad di sektor yang berbeda.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, langkah korporasi ini dilakukan bersamaan dengan persiapan RANS menuju IPO. Ini menunjukkan adanya restrukturisasi atau penyesuaian portofolio aset yang tengah digalakkan oleh grup tersebut.
Sebuah informasi penting yang menyertai pengambilalihan ini adalah rencana pelepasan sejumlah aset oleh grup terkait. Rencananya, delapan aset milik perusahaan akan segera dilepas ke pasar dengan total nilai mencapai Rp75 miliar.
"Di tengah persiapan penawaran umum perdana saham (IPO) PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina kembali melakukan manuver korporasi di emiten lain," demikian dikemukakan dalam berita tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan mengenai mekanisme pengambilalihan kendali tersebut. "Manuver ini dilakukan melalui PT Harmoni Semesta Investama (HSI), yang kini resmi menjadi pemegang kendali baru atas PT Satu Visi Putra Tbk (VISI)," bunyi keterangan tersebut.
Akuisisi tersebut menjadi sorotan karena melibatkan nilai transaksi yang substansial dan terjadi saat perusahaan induk sedang bersiap melantai di bursa saham. Langkah ini perlu dicermati dampaknya terhadap valuasi dan fokus bisnis VISI ke depannya.