BISNISMARKET.COM - Pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia menunjukkan tren yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini secara langsung memicu peningkatan permintaan yang masif terhadap fasilitas pusat data atau data center di seluruh negeri.

Peningkatan permintaan ini kemudian berimplikasi pada kebutuhan daya listrik operasional untuk fasilitas data center tersebut. Kapasitas daya listrik yang dibutuhkan untuk mendukung pusat data diproyeksikan akan mencapai angka yang sangat fantastis dalam waktu dekat.

Proyeksi pertumbuhan kapasitas daya listrik ini diungkapkan oleh salah satu pemain utama dalam industri penyedia fasilitas data center. Sumber informasi ini adalah ST Telemedia Global Data Centres, yang memiliki peran penting dalam ekosistem digital Indonesia.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, proyeksi tersebut mengindikasikan bahwa permintaan kapasitas daya listrik untuk data center diprediksi akan melampaui ambang batas 1 Gigawatt (GW). Angka ini diperkirakan akan tercapai sebelum memasuki tahun 2030.

"Pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia menunjukkan tren yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir," menggarisbawahi pentingnya peran data center dalam mendukung ekosistem digital Indonesia.

Permintaan akan kapasitas daya listrik untuk operasional pusat data ini diprediksi akan mencapai angka yang fantastis dalam waktu dekat, menunjukkan optimisme terhadap perkembangan teknologi di Indonesia.

Proyeksi mengenai pencapaian kapasitas 1 GW ini datang dari ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC), yang merupakan salah satu pemangku kepentingan utama dalam sektor ini.

Peningkatan kebutuhan daya ini merupakan konsekuensi logis dari digitalisasi yang semakin meluas, mulai dari layanan komputasi awan hingga layanan digital lainnya yang memerlukan pusat data yang andal.

Pertumbuhan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar yang sangat vital bagi investasi dan pengembangan infrastruktur digital di kawasan Asia Tenggara.